Kamis, 20 Juni 2013

money. happy

Selalu senja yang menemani Saya menulis. Menerawang dalam hangatnya malam. Bahagia. Hanya beberapa kegiatan dalam satu masa dan Saya bahagia.

Tulis saja tentang bahagia.

Di tengah tren "bahagia itu sederhana" atau "uang bukan segalanya" Saya meyakini bahwa kenyataannya bahagia dan uang itu bersahabat. Faktanya banyak tentang keyakinan Saya ini. Bahkan fakta yang sederhana seperti duduk dan ngopi. Kopi dibeli pakai uang. Kopi kualitas tinggi, hanya bisa didapat dengan uang yang banyak. Berbanding lurus dan jadi tidak sederhana kan?!
Fakta lainnya jelas terlihat saat pekerja tidak punya uang atau tabungan menipis. Mau bilang bahagia, tapi kok mikir banget mau beliin papa kado ulang tahun, mau bayar cicilan motor, mau makan ayam goreng sambal bawang, mau ngajak pacar jalan, ketawa-ketawa.
Tertawa. Kalimat klise tentang bahagia yang ini juga mantab teorinya "aku bahagia kalo lihat orang lain ketawa bahagia". Tidak ada yang salah dengan kalimatnya, hanya saja, untuk membahagiakan orang lain dan membuat mereka tertawa, biasanya uang mengambil peran di sana. Belajar yang rajin (bayar sekolah kan mahal tuh), makan bareng, nonton film, beli komik, sampai ke nonton konser gratisan (bayar parkir juga sih).

Saya cuma menulis yang realistis, sesuai dengan kenyataan. Semoga manusia tidak memungkiri bahwa uang dan bahagia itu bersahabat. Jadi, Saya akan mencari uang yang cukup untuk menciptakan bahagia. Kamu?