Jika hidup tidak seperti apa yang Saya bayangkan dan satu hari tetap 24 jam tanpa lebih, goyahkah langkah ini?
Pernah. Memimpikan banyak hal indah dan melupakan realita saat mimpi tak melulu berujung indah. Mengharapkan hidup yang A tanpa berpikir bahwa bisa ada hidup yang Z. Merencanakan jalan yang mulus dan lupa tentang jalan rusak yang bisa saja harus dilewati.
Lantas apa?
Mengeluhkan keadaan untuk kemudian berusaha menerima apa yang nyata terjadi. Memaksakan jadi pribadi yang tidak Saya inginkan. Tersenyum meski bukan ini yang diharapkan.
Tidak semua bisa dinikmati begitu saja. Prosesnya panjang. Dan Saya, untuk saat ini, memilih menikmati proses yang panjang karena jauh di dalam sana, Saya percaya semua mimpi yang diimpikan akan terwujud. Sempurna. Dalam proses yang panjang.
Pernah. Memimpikan banyak hal indah dan melupakan realita saat mimpi tak melulu berujung indah. Mengharapkan hidup yang A tanpa berpikir bahwa bisa ada hidup yang Z. Merencanakan jalan yang mulus dan lupa tentang jalan rusak yang bisa saja harus dilewati.
Lantas apa?
Mengeluhkan keadaan untuk kemudian berusaha menerima apa yang nyata terjadi. Memaksakan jadi pribadi yang tidak Saya inginkan. Tersenyum meski bukan ini yang diharapkan.
Tidak semua bisa dinikmati begitu saja. Prosesnya panjang. Dan Saya, untuk saat ini, memilih menikmati proses yang panjang karena jauh di dalam sana, Saya percaya semua mimpi yang diimpikan akan terwujud. Sempurna. Dalam proses yang panjang.





