Kurang lebih enam tahun yang lalu Saya mulai mencoba bekerja. Menghasilkan uang saku tambahan. Berpindah - pindah lahan sesuai kesenangan. Tiga tahun belakangan Saya memulai karir full time di dalam sebuah perusahaan. Marketing. Menjual dan menyusun strategi. Pengalaman yang seru, mengingat latar pendidikan Saya bukan di jalur yang sama, hanya mirip di beberapa bagian, seperti - tentang bagaimana cara memasarkan- misalnya.
Di tempat kerja sebelumnya, Saya terbiasa bekerja sendiri. Memutuskan sendiri bagaimana cara mencapai target bulanan, promo mana yang bisa dijalankan, proposal mana yang bisa disupport dan mana yang tidak. Menyenangkan. Tapi nggak punya teman kerja untuk tik-tok, selain dengan pemilik usaha. Di tempat sekarang ini, keterbiasaan bekerja sendiri harus diredam karena Saya bekerja dalam tim. (Lebih) menyenangkan. Harus menahan banyak ego dan keinginan karena kepala lain pasti punya ego dan keinginan yang lain. Stres tapi harus diatasi.
Anggota tim datang dan pergi silih berganti. Cocok tidak cocok. Suka tidak suka. Sekalinya bertemu dengan tim yang pas, sudah harus habis masa kontraknya. Mood naik dan turun. Bersyukur karena kemudian Saya menyadari bahwa untuk menjaga mood tetap baik dan suasana kerja tetap menyenangkan, sumbernya hanya ada di kepala Saya sendiri.
Pilihan untuk mengesampingkan ego dalam pekerjaan adalah yang paling tepat. Dan mencoba mencintai adalah yang lebih tepat untuk Saya pilih saat ini. Saya mencintai pekerjaan Saya, kesulitan-kesulitan di dalamnya dan tim yang menyenangkan. Kamu?
Di tempat kerja sebelumnya, Saya terbiasa bekerja sendiri. Memutuskan sendiri bagaimana cara mencapai target bulanan, promo mana yang bisa dijalankan, proposal mana yang bisa disupport dan mana yang tidak. Menyenangkan. Tapi nggak punya teman kerja untuk tik-tok, selain dengan pemilik usaha. Di tempat sekarang ini, keterbiasaan bekerja sendiri harus diredam karena Saya bekerja dalam tim. (Lebih) menyenangkan. Harus menahan banyak ego dan keinginan karena kepala lain pasti punya ego dan keinginan yang lain. Stres tapi harus diatasi.
Anggota tim datang dan pergi silih berganti. Cocok tidak cocok. Suka tidak suka. Sekalinya bertemu dengan tim yang pas, sudah harus habis masa kontraknya. Mood naik dan turun. Bersyukur karena kemudian Saya menyadari bahwa untuk menjaga mood tetap baik dan suasana kerja tetap menyenangkan, sumbernya hanya ada di kepala Saya sendiri.
Pilihan untuk mengesampingkan ego dalam pekerjaan adalah yang paling tepat. Dan mencoba mencintai adalah yang lebih tepat untuk Saya pilih saat ini. Saya mencintai pekerjaan Saya, kesulitan-kesulitan di dalamnya dan tim yang menyenangkan. Kamu?
