Kamis, 24 April 2014

ini. hidup.

Pernah menulis di saat suasana hati sedang tidak baik? Saya pernah. Sekarang.
Tidak membuat suasana hati membaik, tapi paling tidak jadi seru.
Perasaan tidak menyenangkan yang kadang Saya (dan kalian) alami adalah sebuah fase. Fase yang paling tidak Saya inginkan terjadi dalam hidup Saya. Amarah. Kecewa. Dilema. Benci. Pahit.
Saya cukup paham bahwa orang lain tidak pernah ingin tahu tentang hari menyebalkan yang Saya alami. Jadi, Saya belajar untuk menelan sendiri setiap cerita yang merusak suasana hati. Cuma senyum (tapi pahit) untuk mengalihkan perhatian. Ujung-ujungnya nih, seharian kesel sendiri karena merasa orang lain tidak bisa mengerti apa yang sedang Saya rasakan. Saya pikir semua orang itu cenayang yang tanpa Saya cerita, mereka pasti tahu kondisinya #yakali .
Setiap kali suasana hati sedang tidak baik, rasanya sepanjang hari tingkat sial meningkat. Ada saja yang membuat seolah-olah Saya ini orang paling menyedihkan di dunia. Ruginya berlipat ganda. Menyesal karena memiliki hati yang sedih, marah, kecewa dan pahit.
Pernah berjanji untuk mengesampingkan sisi negatif kehidupan dan menggantikannya dengan yang positif, tapi nampaknya Saya sungguh hanya manusia biasa yang harus tetap melewati berbagai fase kehidupan.