Terima
kasih anak muda Kolese John De Britto untuk Ekaristi Kaum Muda yang
mengena dan sederhana.
Tema
yang diangkat tentang komunikasi dalam keluarga, menyoroti lebih ke
komunikasi ayah dan anak. Insightfull sekali kan?!
Ayah
adalah musuh anak laki-laki (dan pacar pertama anak perempuan).
Larangan dan aturan yang ayah buat untuk anak lelakinya terkadang
lebih berat dibanding untuk anak perempuannya. Seperti yang ayah Saya
terapkan. Meski tidak terlalu mencolok karena karakter Saya memang
lebih keras kepala dibanding kakak laki-laki Saya. Misalnya tentang
tato. Mati-matian kakak Saya pengen tato, tapi Saya duluan yang
tatoan. Ini selain karena kakak Saya sabar dan berprinsip, tapi juga
karena papah pernah secara tidak langsung menentang keinginannya
untuk mentato tubuh. Nasehat dan cara hidup juga lebih sering
diberikan papah untuk kakak Saya. Ini terkadang membuat anak
laki-laki kesal terhadap ayahnya. Menjadi menarik karena EKM ini
tidak hanya menyajikan realita anak muda, tapi juga mengajak kami
untuk merenungi apa yang terjadi. Melihat lebih dalam mengapa ayah
bersikap sedemikian keras dan acuh. Mengapa ayah tidak meluangkan
waktu? Benarkah keras dan acuh? Atau sedang mempersiapkan hal baik
untuk kita? Benarkah tidak meluangkan waktu? Atau sedang berjuang
untuk kita?
Atau
kita yang tidak punya waktu untuk Ayah??
Kakak
Saya sudah menjadi seorang Ayah. Suami Saya kelak akan menjadi Ayah.
Semoga mereka mengingat moment belajar naik sepede pertama kali.
Mengingat tentang rokok dan bir bersama ayah. Mengingat amarah dan
bentakan untuk menjadi tangguh. Semoga apa yang ayah tanamkan menjadi
bekal mereka dalam menghasilkan generasi yang berani, penuh cinta dan
berpengharapan.
Selamat
hari komunikasi :)
**update foto 16 Desember 2016









