Belajar hidup dari keluarga dimana Saya dibesarkan.
Papah Mamah mengajarkan Saya tentang demokrasi yang bertanggung jawab. Sedari kecil Saya, kakak dan adik dididik dengan bebas. Boleh ke sana, boleh ke sini. Bisa pulang malem asal jelas pamitnya. Papah Mamah terima semua argumen kami, ada perdebatan untuk menghasilkan satu kesepakatan. Saya belajar bahwa orang tua tidak selalu benar tapi anak-anak belum pernah menjadi tua.
Meski begitu, komunikasi kami tidak terjadi intens dan hangat. Lebih hobi bicara melalui sms atau telepon. Lucu ya :D
Dibesarkan dalam keluarga besar FX Soempeno dan Suradiman membangun pribadi Saya menjadi jauh lebih kuat. Saya disayangi. Diterima dan tidak dipaksa melakukan A atau tidak melakukan B. Kebersamaan dan hati yang "ojo dumeh" ditanamkan sedari Saya kecil dalam keluarga besar ini. Keren kan :D
Beranjak dewasa, Saya mengenal keluarga baru di Solo. Bapak Ibu mengajarkan Saya hal baru. Keharmonisan. Bapak Ibu selalu saling menyayangi, dalam situasi genting sekalipun. Tradisi makan bersama saat merayakan ulang tahun juga jadi seru untuk Saya. Apalagi keharusan pergi ke Gereja sama-sama, sampai sekarang. Bapak Ibu juga sedikit lebih simpel dari Papah Mamah. Seru donk :D
Kelak Saya akan menerapkan contoh yang baik, lucu, keren dan seru ini untuk keluarga kecil yang bahagia. Terimakasih, Papah, Mamah, Bapak, Ibu dan semua anggota keluarga kesayangan Saya :)
Saya masih belajar!
Papah Mamah mengajarkan Saya tentang demokrasi yang bertanggung jawab. Sedari kecil Saya, kakak dan adik dididik dengan bebas. Boleh ke sana, boleh ke sini. Bisa pulang malem asal jelas pamitnya. Papah Mamah terima semua argumen kami, ada perdebatan untuk menghasilkan satu kesepakatan. Saya belajar bahwa orang tua tidak selalu benar tapi anak-anak belum pernah menjadi tua.
Meski begitu, komunikasi kami tidak terjadi intens dan hangat. Lebih hobi bicara melalui sms atau telepon. Lucu ya :D
Dibesarkan dalam keluarga besar FX Soempeno dan Suradiman membangun pribadi Saya menjadi jauh lebih kuat. Saya disayangi. Diterima dan tidak dipaksa melakukan A atau tidak melakukan B. Kebersamaan dan hati yang "ojo dumeh" ditanamkan sedari Saya kecil dalam keluarga besar ini. Keren kan :D
Beranjak dewasa, Saya mengenal keluarga baru di Solo. Bapak Ibu mengajarkan Saya hal baru. Keharmonisan. Bapak Ibu selalu saling menyayangi, dalam situasi genting sekalipun. Tradisi makan bersama saat merayakan ulang tahun juga jadi seru untuk Saya. Apalagi keharusan pergi ke Gereja sama-sama, sampai sekarang. Bapak Ibu juga sedikit lebih simpel dari Papah Mamah. Seru donk :D
Kelak Saya akan menerapkan contoh yang baik, lucu, keren dan seru ini untuk keluarga kecil yang bahagia. Terimakasih, Papah, Mamah, Bapak, Ibu dan semua anggota keluarga kesayangan Saya :)
Saya masih belajar!






