Rabu, 31 Desember 2014

new. hope

01.01.2015

Sengaja memaksa mata untuk terbuka di pagi hari ini. Berharap ada sesuatu yang beda dari pagi biasanya. Ternyata semua tetap sama. Kipas angin yang berputar, kasur yang terlipat, kesibukan pagi hari di rumah dan kicau burung.
Seketika lupa hingar bingar semalam. Lantas merenungi. Selain resolusi tahun 2015 yang sudah ditanam di otak, apa lagi ya yang akan menjadikan tahun ini lebih menyenangkan dari tahun sebelumnya. Ach, pikirkan belakangan saja ((seperti biasa)).
Hidup yang setiap harinya Saya dan Anda (Kita) jalani adalah betul sebuah proses. Cinta, karir dan sekitar. Terbentur, jatuh dan bangkit lagi. Begitu seterusnya. Buku harian yang hanya kita sendiri mampu tuliskan apa isinya.

Happy new year 2015, may God bless me, you. Us. 







Minggu, 30 November 2014

rumah.cinta

Ah!
Berpamitan selalu menyesakkan untuk ontis.
Kemarin pagi ontis semangat banget mau main ke rumah bang Dome di Kudus. Ontis berangkat dari Jogja jam 9 pagi. Perjalanannya jauh banget, bang. Jam 2 siang baru nyampe Kudus, terus makan siang dulu di RM Sari Rasa. Papah kung yang ajakin makan di sana, garang asemnya juara katanya. Bapak nyusulin naik motor ke rumah makan. Selesai makan, langsung ke rumah abang.
Jalan ke rumah abang banjir kemarin, hujannya deras banget, pake angin juga. Sampai depan rumahnya abang, ontis seneng banget. Rumah abang bagus. Minimalis, ada taman kecil di depan dan belakang untuk abang main, ada balkon kecil untuk lihat bintang-bintang di lantai atas. Dan banyak cermin sampai ontis puas banget ngaca. Malemnya bapak ajak makan malam di Lombok Ijo terus nongkrong di Omah Coffee. Ini besok jadi tempat nongkrongnya abang kalo udah besar, bawa cewek-cewek sholehah ya, bang :D
Pagi tadi ke waterboom numpang sarapan. Cuma jalan kaki aja udah nyampe. Keren ya, bang, kapan aja abang pengen main air bisa langsung lari sendiri ke seberang, tapi harus pamit sama bapak dan mama ya.
Siang ini liburan ontis di rumah abang udah kelar. Harus pulang lagi ke Jogja, ke rumah papah kung dan mamah uti.

Abang dome kesayangan,meskipun sekarang gag pernah diuyel-uyel lagi kalo ketemu bapak, tapi ontis selalu rindu ada di dekat bapak. Bapak tetep kakak yang luar biasa menyenangkan untuk ontis. Nanti kalo abang besar, abang tau bagaimana bapak menyayangi kita dengan baik.













Kamis, 16 Oktober 2014

welcome. marriage

Mendebarkan menanti hari yang baik untuk mengakhiri masa lajang. Rumah mulai sibuk. Tenda mulai dipasang. Gending jawa berbunyi mengiringi.
Seharian tadi Saya diam di kamar, menikmati hari cuti pertama. Merasakan campur aduknya rasa. Tidak terbayang sebelumnya akan tiba di masa ini. Menikah.
Tumbuh menjadi gadis yang tangguh berkat didikan mamah papah membuat Saya haru tak terkira di dalam hati. Seketika rindu masa bermain dan teman-teman. Kehidupan Saya cukup seru. Penuh manusia yang menyenangkan dan mengajarkan Saya banyak hal. Saya ketakutan akan kehilangan kehidupan Saya yang menyenangkan ini setelah tidak lagi lajang. Entah ini kekhawatiran yang wajar atau Saya yang berlebihan.
Lantas teringat dukungan dan doa yang mengalir, hingga malam ini Saya memilih kembali menulis untuk berbagi rasa. Semoga Tuhan memberkati Saya, dia dan kita semua :)






Kamis, 04 September 2014

cinta. peach


Saya tidak memfavoritkan warna lain selain hitam dan biru tua. Tapi untuk hari menakjubkan dalam hidup Saya, warna peach akan menemani. Saya memilih warna ini karena menyimbolkan kehangatan dan Saya ingin membagikannya pada hari itu. Ternyata tidak mudah menterjemahkan warna peach ini saat memilih bahan kebaya, memilih souvenir, undangan, gorden, hingga saat mencari bunga dekor. Bukan salem, bukan jingga. Ada di tengahnya.
Dan di tengah selalu hangat.

Semoga Tuhan terus memberikan kehangatan dalam setiap hari Saya kelak, seperti hangatnya kebersamaan yang kami (baca : Saya dan dia) rasakan dalam setiap detik petualangan.

"Saya jatuh ke dalam cinta dan tinggal di dalamnya”

Pertemuan kami terjadi di bangku kuliah, tahun 2008. Tresno jalaran seko kulino. Kebersamaan kami waktu itu akhirnya menimbulkan kenyamanan dan debar cinta anak muda.
21 November 2008.
Enam tahun yang menyenangkan. Menyelesaikan kuliah, berbagi ide, mencoba tempat makan baru, berteman dan bekerja. Menularkan sifat dan hobi. Proses yang luar biasa untuk saling memahami. Tidak selalu berjalan mulus tapi selalu kami atasi bersama. Tawa dan kesedihan terlewati.
Enam tahun penuh syukur untuk akhirnya kami siap melangkah ke jenjang yang lebih mendebarkan.
“Kita tulis cerita yang tak akan kita lupa, bersama di bawah langit senja”

Saat ini, ijinkan kami menutup cerita di masa lalu dan memulai lembaran baru dengan doa, harapan dan cinta.
Terimakasih atas dukungan dan kasih sayang luar biasa yang kami rasakan. Semoga bahagia menyertai kita semua.







Selasa, 26 Agustus 2014

belajar. antri.

Satu setengah jam yang lalu, Saya tiba di pom bensin dan mulai mengantri. Antrian panjang sudah mengular, di luar dugaan. Dari kemarin sore memang sudah terdengar kabar mengenai kelangkaan premium bersubsidi. Tapi, seperti yang sebelumnya terjadi, Saya tidak terfokus ke sana. Bahkan tak berusaha mencari kabar kelanjutannya. Hingga tadi pagi bensin di motor sudah memasuki zona berwarna merah. Dan merasa sial karena tiga pom bensin yang Saya lewati memiliki antrian cukup panjang. Daripada telat meeting pagi, akhirnya Saya mengurungkan niat untuk ikut antri pagi tadi.
Lebih karena kebutuhan, mau tidak mau, sore ini Saya harus mencari pom bensin terdekat dari kantor. Dan lagi-lagi Saya mengurungkan niat ketika melihat antrian cukup panjang terjadi di pom dekat kantor. Pilihan terakhir jatuh pada pom bensin di Lempuyangan. Kali ini tidak bisa lagi mengurungkan niat. Padahal kalau tidak isi bensin sekarang, besok Saya punya alasan tidak masuk kantor karena bensinnya habis, hehehe.
Dalam antrian panjang, yang bisa dilakukan hanyalah mengamati, sambil sesekali nge-twit juga sih. Sebagian besar pengantri melakukan aktivitas yang sama : mengamati. Sementara yang lain mulai menggerutu, melongok-longok antrian di depan, dan anak-anak mulai rewel. Satu jam mengantri, mulai ada tingkah manusia sia-sia yang minta didahulukan dalam mengisi bahan bakarnya. Menyerobot antrian untuk mobil yang jauh lebih pendek antriannya daripada antrian motor. Dalihnya macam-macam. Ada yang "saya tidak tahu antrinya darimana", "saya terburu-buru" dan satu lagi yang cukup menggelikan telinga "saya mau beli pertamax". Jelas menggelikan karena kami semua mengantri satu jam yang lalu untuk membeli pertamax karena premium sudah habis. Dan betul-betul tidak ada satupun manusia sia-sia yang berhasil menyerobot antrian, bahkan ketika mereka sudah sampai di depan isian bensin, petugas tidak mau mengisikan pertamax ke motornya. Tetap dengan pilihan kata yang baik dan meminta maaf karena mereka tidak bisa mengisi pertamax karena menyerobot antrian.
Saya salut dengan semua karyawan SPBU ini. Selama mengatasi antrian dan manusia sia-sia yang berusaha menyerobot antrian tadi, mereka tetap tersenyum. Meski lelah dan kesal mendera. Malam ini Saya belajar tentang kesabaran dan menghargai hak orang lain. Malulah untuk menjadi manusia sia-sia yang tidak mampu menghargai sesamanya, yang tidak sabar mengantri 1-2 jam. Belajar menikmati hidup dari sisi yang berlainan. Terima kasih, SPBU Lempuyangan dan juga pemerintah Indonesia-ku, untuk pelajaran berharga yang Saya amati malam ini.

Jumat, 01 Agustus 2014

istirahat.libur

Selamat hari raya Idul Fitri
Mohon maaf lahir dan batin

Ramadhan selalu ikut membawa berkah untuk Saya. Selama puasa, ajakan buka bersama melimpah ruah. Bukan tentang makanannya, tapi lebih ke moment berkumpulnya. Lebarannya apalagi. Kumpul keluarga papah, nyekar eyang dan bude, silaturahmi ke sana kemari dan jajan bareng. Selalu seru.

Tahun ini Lebaran jatuh di hari Senin - Selasa, sehingga menjadi libur yang puanjang untuk sebagian besar pekerja. Saya juga, meski tidak sepanjang pekerja di instansi lain. Libur kali ini memberi Saya ruang untuk refreshing. Cukup waktu untuk berlibur di Purworejo, rumah uti. Selalu menyenangkan berada di sana. Jam makan yang tidak pernah putus, cekakak cekikik sepupu kecil berlarian, bercandaan sama bude dan tante dan tetap dalam rangka menemani uti di sana.

Saya beruntung bisa bekerja sesuai aturan. Artinya, Saya bekerja sesuai waktu dan bisa tetap tertib menepati waktu libur. Meski handphone tidak 100% mati, paling tidak liburan ini Saya bisa benar-benar merefresh otak yang mulai eror karena lebih sering digunakan belakangan.

Membiasakan diri untuk menepati waktu bekerja dan berlibur mungkin tidak mudah bagi kebanyakan pekerja, tapi ingat saja bahwa otak kita bukan mesin. Kita perlu menyadari betul kapan otak dan tubuh harus diistirahatkan.
Terimakasih tanggal yang merah dan selamat berbahagia :)










Senin, 26 Mei 2014

menjadi. besar

Hati yang lapang diperlukan dalam setiap situasi. Berteman, berbicara, berinteraksi, bekerja, bermain. Dengan teman, orang tua, relasi, atasan, tim, kenalan. Karena tidak semua orang dan tidak semua situasi akan berjalan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan, sekalipun dijalankan dengan niat yang baik.
Saya baru menyadari bahwa berlatih itu tidak melulu berlaku untuk fisik. Hati juga perlu dilatih supaya menjadi cukup kuat dan lapang. Kuat untuk merasa sakit, sedih, kecewa dan bahagia. Lapang untuk menerima, memahami dan memaafkan. Dua puluh empat jam dalam sehari hati akan merasa. Maka, Saya melatih hati Saya supaya tidak rapuh. Kalo tulang punya kalsium supaya kuat, maka hati punya doa untuk menjadikannya kuat.

"Besarkan hatiku, ya Tuhan, untuk setiap kesedihan yang terasa. Saat sesuatu terjadi di luar rencanaku. Ketika keinginan untuk membahagiakan semua orang tidak mudah terwujud. Besarkan hatiku untuk percaya bahwa kehendakMu tidak akan menyulitkan hidupku. Amin"

Selasa, 06 Mei 2014

Domenico.Arakata.

3 Mei 2014
Domenico Savio LouNa Arakata


Onti panggil kamu -dome- biar kece kayak om Vin Diesel. Cukup lama onti tunggu kamu, bang. Bapakmu lama cari jodohnya, udah gitu Dome lahirnya lama banget. Onti kira Dome takut lihat dunia, ternyata masih betah saja di perut.


Dapat kabar Dome sudah lahir, rasanya onti pengen banget langsung terbang ke Semarang. Pengen lihat jagoannya onti. Pengen ceritain ke Dome tentang indahnya bumi tempat kita berpijak. Tentang berani dan takut, berjuang dan menyerah. Tentang manisnya keluarga dimana Dome dititipkan.



Cepat besar ya, bang. Tumbuh jadi pribadi yang tangguh. Hapus  benci, tengkar, amarah dan munafik. Kalo nanti Dome takut, inget ya ada onti yang jagain. Kalo nanti Dome merasa sendirian, onti orang pertama yang akan ada untuk Dome.


Dear Dome, kesayangan.


**upload foto 9 Sept 2016






**upload foto 25 Feb 2017



Natal 2017 jadi Natal kedua kamu sama bapak, nak. Bapak selamatkan gugatan cerai ibumu. Demi kamu dan adikmu. Meski ontis tahu, konsekuensi yang akan bapak hadapi jauh lebih besar dari sebelumnya. Selamat Natal, sayangnya ontis. Ontis love you.



14 April 2018

Tiba masanya jujur pada kata
Jangan lagi berdiam padaku
Karena tak ada lagi air mata yang kutahan atas amarah dan gelisah
Rinduku bersembunyi
berganti dengan pemahaman
akan masa yang harus kaulewati
Tenanglah, deras darahku yang mengalir
Aku akan tetap berada di sini
Di tempat yang kau tahu
kemana harus kembali
berbagi hati dan tak bersembunyi
Kita hanya belum terbiasa











Kamis, 24 April 2014

ini. hidup.

Pernah menulis di saat suasana hati sedang tidak baik? Saya pernah. Sekarang.
Tidak membuat suasana hati membaik, tapi paling tidak jadi seru.
Perasaan tidak menyenangkan yang kadang Saya (dan kalian) alami adalah sebuah fase. Fase yang paling tidak Saya inginkan terjadi dalam hidup Saya. Amarah. Kecewa. Dilema. Benci. Pahit.
Saya cukup paham bahwa orang lain tidak pernah ingin tahu tentang hari menyebalkan yang Saya alami. Jadi, Saya belajar untuk menelan sendiri setiap cerita yang merusak suasana hati. Cuma senyum (tapi pahit) untuk mengalihkan perhatian. Ujung-ujungnya nih, seharian kesel sendiri karena merasa orang lain tidak bisa mengerti apa yang sedang Saya rasakan. Saya pikir semua orang itu cenayang yang tanpa Saya cerita, mereka pasti tahu kondisinya #yakali .
Setiap kali suasana hati sedang tidak baik, rasanya sepanjang hari tingkat sial meningkat. Ada saja yang membuat seolah-olah Saya ini orang paling menyedihkan di dunia. Ruginya berlipat ganda. Menyesal karena memiliki hati yang sedih, marah, kecewa dan pahit.
Pernah berjanji untuk mengesampingkan sisi negatif kehidupan dan menggantikannya dengan yang positif, tapi nampaknya Saya sungguh hanya manusia biasa yang harus tetap melewati berbagai fase kehidupan.


Minggu, 16 Maret 2014

great.family

Belajar hidup dari keluarga dimana Saya dibesarkan.

Papah Mamah mengajarkan Saya tentang demokrasi yang bertanggung jawab. Sedari kecil Saya, kakak dan adik dididik dengan bebas. Boleh ke sana, boleh ke sini. Bisa pulang malem asal jelas pamitnya. Papah Mamah terima semua argumen kami, ada perdebatan untuk menghasilkan satu kesepakatan. Saya belajar bahwa orang tua tidak selalu benar tapi anak-anak belum pernah menjadi tua.
Meski begitu, komunikasi kami tidak terjadi intens dan hangat. Lebih hobi bicara melalui sms atau telepon. Lucu ya :D
Dibesarkan dalam keluarga besar FX Soempeno dan Suradiman membangun pribadi Saya menjadi jauh lebih kuat. Saya disayangi. Diterima dan tidak dipaksa melakukan A atau tidak melakukan B. Kebersamaan dan hati yang "ojo dumeh" ditanamkan sedari Saya kecil dalam keluarga besar ini. Keren kan :D
Beranjak dewasa, Saya mengenal keluarga baru di Solo. Bapak Ibu mengajarkan Saya hal baru. Keharmonisan. Bapak Ibu selalu saling menyayangi, dalam situasi genting sekalipun. Tradisi makan bersama saat merayakan ulang tahun juga jadi seru untuk Saya. Apalagi keharusan pergi ke Gereja sama-sama, sampai sekarang. Bapak Ibu juga sedikit lebih simpel dari Papah Mamah. Seru donk :D

Kelak Saya akan menerapkan contoh yang baik, lucu, keren dan seru ini untuk keluarga kecil yang bahagia. Terimakasih, Papah, Mamah, Bapak, Ibu dan semua anggota keluarga kesayangan Saya :)

Saya masih belajar!

Selasa, 11 Maret 2014

gorgeous.me


Terimakasih untuk memberikan awal yang luar biasa dalam kehidupanku. Dua puluh enam tahun yang baik. Usia yang menyenangkan untuk ditapaki. Merasa cukup matang dan memujiMu untuk tahun terakhir menjadi lajang.
Tuhan yang aku puji dengan caraku, semoga banyaknya doa yang terucap mampu menurunkan berkatMu dalam langkahku selanjutnya.
Semoga semua makhluk di bumi ini berbahagia bersama bahagiaku :)


Jumat, 14 Februari 2014

freaky.friday

14 Februari 2014
Pagi penuh cinta dari Gunung Kelud yang semalam dikabarkan beraktivitas dahsyat. Abunya dikirim sampai ke Jogja.
Hari pertama menerjang kabut abu yang beterbangan di jalan. Jarak pandang mata pagi tadi tidak lebih dari 10 meter. Bahkan motor Saya bergerak tidak lebih dari 20 km / jam. Ngeri. Takut menjadi sendiri. Iya. Di sepanjang jalan menuju kantor tadi pagi, Saya mendadak takut sendirian di bumi ini. Tidak ada teman, semua jadi musuh. Tidak ada pacar, semua jadi mantan. Tidak ada kasih sayang dan sukacita. Tidak ada tawa dan nyanyian. Hanya ada kabut dan kesunyian dalam hidup. Di mana serunya menjadi sendirian kalau begitu? Ngeri.
Tuhan, ajarkan aku tetap bersyukur atas setiap apa yang terjadi dalam hidupku. Atas fenomena alam yang datang silih berganti di bumiku. Atas kesedihan dan ketakutan yang merajai hati. Atas keegoisanku sebagai manusia. Ubah hela nafasku menjadi lebih dan lebih dalam bersyukur...


Selasa, 21 Januari 2014

think. happy.

Lakukan segala sesuatu dengan hati yang senang. Belajar, bekerja, berpikir, berdoa, berteman. Awali setiap aktivitas dengan pemikiran yang positif. Saya menerapkan ini beberapa tahun belakangan dan terus teringatkan oleh orang-orang di sekitar.
Menjadi tidak mudah untuk membangun aura positif dan senang dalam diri. Ada saja sesuatu hal yang mengharuskan pikiran negatif mengiringi. Nanti kalo A gimana? Terus kalo akhirnya Z gimana? Kalo bukan cenayang, ya tidak akan ada yang tahu bagaimana hasilnya sebelum berani mencoba. Dulu Saya tipe orang negatif thinking. Semua-semua selalu Saya cari kemungkinan terburuknya. Sebelum mencoba. Beda tipis dengan seorang perfectionist - propensity for being displeased with anything that is not perfect or does not meet extremely high standards*
Tidak ada salahnya berpikir tentang kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi, hanya saja ketika Saya mencoba berpikir positif, seakan semua permasalahan menghilang dengan sendirinya. Dan Saya semakin meyakini, sugesti berpikir positif ini berbanding lurus dengan "apa yang terjadi adalah apa yang kita pikirkan".
Saya sudah memiliki hati yang senang dan positif thinking, kamu?