Jumat, 28 Juni 2024

segelintir.harapan.

Sebagai seorang pencerita, ijinkan aku menyajikan kesaksian betapa baik Tuhan mengatur hidupku. Beberapa dari kalian mungkin sudah mendengar kabar tentang bapackjingga yang kehilangan pekerjaannya di akhir bulan Mei kemarin. Seperti kabar buruk di siang bolong, katanya : "Mbuk, maaf ya, aku dipanggil juga untuk one on one sama CEO".


Hati istri mana yang tak gundah ketika mendengar kalimat itu. Di tengah gempuran kondisi perekonomian rumah tangga kami yang saat ini sedang tiarap. Menjadi bertubi - tubi karena mungkin kami lengah dan terlena akan kehidupan yang berjalan lempeng. Kondisi yang tak terduga akan singgah dalam rumah tangga kami. Tapi detik itu, kutarik sudut senyum di bibirku, tetap menyemangati kepala rumah tangga yang kutahu hatinya juga tak menentu. Perusahaan harus melakukan restrukturisasi demi tetap berjalan. Dan kami memahami. Bukankah perusahaan bukan hanya tentang kami saja?!


Kami mengambil jeda. Hingga membuat perhitungan yang lebih detil tentang bagaimana kehidupan berjalan sampai (paling tidak) bapackjingga kembali dipercaya untuk bekerja kantoran lagi dan mengisi pundi dalam rumah tangga kami. Mili harus tetap bayar uang sekolah tahunannya. Tama harus tetap les drum seperti inginnya. Dan kami harus tetap makan biar kenyang. Hasilnya, tabungan kami hanya akan bertahan tiga sampai empat bulan setelah surat keputusan pemutusan hubungan kerja diterima. 


Bulan Juni ini, menurut perhitungan, kami hanya akan punya pemasukan dua ratus lima puluh ribu saja untuk sebulan. Itupun harus kami terima dengan penuh harapan bahwa akan ada pertolongan dan campur tangan Tuhan. Benar saja, sembari menebar jala untuk beberapa lowongan kerja, tetiba bapackjingga diijinkan membantu penjualan usaha garam milik temannya. Juga jaminan kehilangan pekerjaan yang bisa cair secepat kilat dan masih akan dijamin hingga enam bulan ke depan. Jualanku juga bisa menambah pemasukan kami sedikit - sedikit. Bagiku yang mengeluh adalah jalan ninja, ini semua menjadi terasa ajaib. Bahwa pertolongan Tuhan sungguh tepat waktu. Dan jadi cukup adanya. Tuhan mengubah perhitungan kami dari dua ratus lima puluh ribu menjadi lebih dan cukup sesuai kebutuhan kami.


Aku percaya dan membiarkan harapan membuncah dalam pergumulanku. Dan aku menyaksikan Tuhan mengambil bagiannya, mengatur segala yang baik untuk terjadi dalam pengharapanku. Jika dalam hidupku yang penuh dosa saja Tuhan berkenan mengambil alih, maka aku percaya, kalian yang juga sedang berada dalam pergumulan akan mendapat bagianNya.


Terima kasih untuk kalian yang selalu ada ketika kami membutuhkan dukungan. Untuk tidak menghakimi aku dan rumah tanggaku. Hanya berusaha memastikan kami baik - baik saja. Memberi keyakinan bahwa kami memang akan berjalan baik saja. Tetaplah memiliki harapan. Karena yang pasrah - pasrah udah jadi milik instansi negara. Cakep!