Selasa, 23 Februari 2016

stop. judge.

Sore tadi beberapa akses ke arah Tugu Jogja dialihkan karena demo anti LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transgender). Belakangan memang santer mencuat pembicaraan anti LGBT di timeline media sosial Saya.

Ketika demo mulai marak di sana sini, membawa suara kebencian. Tidak kah Saya, Anda, dan kalian lelah dengan kebencian yang terus kita tebarkan? Perpecahan karena fanatisme terhadap satu agama, kepercayaan, atau suku tertentu. Aksi teror. Tindak kriminal. Tidak kah kita bisa hidup sedikit lebih santai?

Manusia dalam lingkungan LGBT juga berhak untuk hidup selayaknya Saya, Anda, dan kalian. Saya kurang paham kasus apa yang menyebabkan anti LGBT mencuat tapi setahu Saya, tentang pertobatan, murni hak pribadi. Saya, Anda, dan kalian tidak berhak menghakimi sesama, memaksa sesama untuk bertobat, bahkan menjadi antipati akan sesama.

Beberapa teman Saya ada dalam lingkungan LGBT. Belum ada satu tingkah pun yang merugikan Saya. Dan ini cukup untuk Saya. Saya berteman, berbincang, berbagi selayaknya teman. Tidak ada satu pun obrolan yang menggurui seperti : "kamu enggak takut dosa ya karena pacaran sama sesama jenis?"

Generasi Saya, Anda, dan kalian nampaknya harus bebenah diri. Fokus saja dengan hidup yang kita punya. Hidup manusia lain, biar Dia yang pikirkan. Tambahkan sedikit santai dalam hidup karena di situlah bahagia bernaung.

Semoga Saya, Anda, dan kalian berbahagia.