Selasa, 17 Desember 2013

share




Berbagi untuk banyak hal tidak akan mengurangi apa yang kita miliki. Bahkan akan cenderung bertambah. Sayangnya, belum banyak orang yang ingin berbagi dengan sesamanya hanya karena takut kekurangan. Ambil contoh sederhana: ilmu.

Ilmu ada di sekitar kita, dalam setiap desah nafas manusia. Berbicara, meminta, berdoa, bersikap dan berpikir. Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Kewarganegaraan, Ekonomi dan Bahasa Inggris. Sekolah, universitas, tempat kerja, televisi, radio dan koran. Banyak ilmu kita peroleh sepanjang hidup, tapi teramat susah untuk dibagikan. Ketakutan berbagi ilmu (dan atau pengetahuan) dengan orang lain dipicu oleh rasa tidak percaya diri. Tidak percaya akan kemampuan diri sendiri, sehingga cenderung tidak ingin orang lain memiliki ilmu yang sama atau bahkan melampaui kemampuan kita.

Waktu masih di bangku sekolah, Saya punya teman tipe "penakut" yang anti berbagi ilmu. Setiap ada soal dan Saya kesulitan, dia selalu mencari alasan untuk tidak membantu Saya memahami soal tersebut. Sedih.

Saya bersyukur karena dididik dalam lingkungan yang baik, mengajarkan untuk terus berbagi dan tidak takut kekurangan. Bahagia datang saat Saya berbagi. Bagikan apa yang bisa kita bagi dan bahagialah :)


Rabu, 27 November 2013

masih. jogja.


Masih tentang keprihatinan (semacam pak presiden) pembangunan gedung bertingkat di Jogja. Bulan lalu, beberapa aksi terlihat, beberapa tulisan dimuat media cetak dan nyinyir di media sosial terasa gencar berbunyi menyerukan satu suara kontra terhadap banyak hotel dan lima pusat perbelanjaan yang akan berdiri di Jogja. Pembicaraan pun santer membahas keprihatinan ini.
Seakan tak bersuara, pagi tadi baru benar-benar menyadari. Bangunan tinggi sudah menampakkan kerangkanya di beberapa sudut Jogja. Dari utara ke selatan. Dari dalam kota hingga pinggiran. Tanpa berbuat apa-apa. Sedih. Bukan menolak perubahan atau modernitas, tapi ini Jogja, rumah Saya.
Saya membutuhkan perkembangan, tapi tanpa macet dan polusi. Saya memerlukan lapangan kerja, tapi bukan keegoisan untuk laba semata. Saya menginginkan hiburan, tapi bukan budaya konsumtif dan hedon.
Bangunan tinggi menjulang itu, betul membawa modernitas. Betul menciptakan lapangan pekerjaan. Betul memberikan tempat hiburan. Dan betul-betul menyingkirkan kenyamanan Saya.
Bukankah lebih menyenangkan seandainya modal usaha bangunan tinggi menjulang itu diinvestasikan untuk mendirikan sekolah atau sanggar seni, membiayai anak-anak kurang mampu dan merenovasi museum? Yakinlah, wisatawan datang ke Jogja untuk menikmati keindahan budayanya. Apalagi wisatawan mancanegara, pusat perbelanjaan tidak akan menjadi tujuan mereka datang ke Jogja. Hotel hanya akan penuh pada akhir tahun dan liburan sekolah (kadang juga penuh untuk regional meeting). Pelajar pendatang di Jogja seharusnya tidak di"nyaman"kan dengan hiburan metropolitan semata. Cukup 2-3 pusat perbelanjaan, tidak perlu 10.
Tapi ya sudah, bangunan tinggi tidak mungkin dirobohkan, pemikiran orang tidak mungkin digagalkan. Saya hanya akan tetap tinggal di Jogja dan menikmatinya dengan cara Saya.

Jumat, 22 November 2013

amazing. you.

Lima tahun yang lalu Saya memulai perjalanan cinta bersama pujaan hati. Awal pertemuan yang baik, keseruan setiap detiknya, kuliah, ngerjain tugas, diskusi, kerja bareng, berdebat. Amarah kadang terselip, lebih karena pujaan hati tidak seperti yang Saya inginkan dan sebaliknya.
Saling melengkapi. Tapi kadang terasa kurang lengkap. Saling memiliki, meski setaun belakangan intensitas bertemu menurun drastis. (Terus) belajar memahami, meski kadang menyiratkan kecewa dan luka di hati.
Semalam kami bertemu, sekedar makan berdua dan bercanda. Merayakan lima tahun kebersamaan kami. Sepanjang malam, ingatan Saya memutar kembali semua kenangan yang pernah kami lewati berdua. Senyum mengukir di hati. 
Mendekati malam yang semakin larut, sebuah kejutan luar biasa disiapkan. Dan mengalirlah air mata, tanpa mampu berkata. Luar biasa romantis, walaupun hanya terjadi tidak lebih dari 5 menit. Will you marry Krisna Jingga?


Senin, 28 Oktober 2013

tarian. hujan

Terimakasih untuk hujan yang turun penuh sehari ini. Sejuknya mentrentramkan hati yang pilu. Deras yang menyembunyikan jerit hati.
Jogja yang seperti ini sudah Saya nantikan cukup lama di tengah kemarau berkepanjangan. Di antara pembangunan Jogja yang tak berkesudahan. Bangunan bertingkat yang kelak hanya akan mati tak berfungsi. Dalam kegelisahan yang tak berujung. Tentang hidup dan kehidupan.
Hujan mengantarkan Saya pada tidur yang lelap. Mengaburkan angan dan impian. 

Senin, 21 Oktober 2013

movement

MASALAH 
yang paling sering mengakibatkan 
keGAGALan 
adalah ASUMSI
yang KELIRU.
Kalau kita tidak dapat 
menJELASkan dengan sederhana
artinya kita tidak 
MENGERTI
dengan cukup BAIK.

Indonesia membutuhkan sosok seperti Pandji Pragiwaksono, Jokowi, juga Ridwan Kamil yang mampu menjelaskan dengan sederhana dan menginginkan perubahan atas kegagalan bangsanya. Bukan hanya menginginkan semata, tapi melakukan aksi nyata. Dengan sederhana dan cukup baik.

Saya dan kamu juga bisa.

Minggu, 22 September 2013

(se)paham

Kurang lebih seminggu ini Vicky Prasetyo* naik daun gegara tata bahasanya yang susah dipahami manusia pada umumnya. Ini bukan rekayasa. Beberapa kali Saya melihat video Vicky, mulai dari yang tema Sazkia sampai tema pencalonan diri jadi lurah, tidak ada satupun kalimatnya yang Saya mengerti maksudnya. Semacam tidak ada korelasi antar kata. Nah! Saya terdemam Vicky!
Mau tidak mau, pertanyaan selanjutnya : Bagaimana bisa Sazkia atau wanita lain sejenis memahami setiap ucapan Vicky? Apa mereka pura-pura mengerti karena takut dianggap bodoh? Atau, kasarnya lagi nih, mereka pasrah bongkokan asalkan janji rumah 6M dan mobil mewah sudah dilontarkan?
Kalau mau sedikit menginstropeksi diri, sebenarnya di sekitar kita banyak Vicky dan Sazkia yang lain. Termasuk Saya. Terkadang Saya susah memahami maksud orang lain dan sebaliknya. Bahkan dengan orang terdekat sekalipun.
Memahami memang bukan perkara yang mudah. Tapi belajar untuk memahami akan menjadikan hidup terasa lebih indah. Misalnya nih, kalo pacar lagi capek, coba jangan ngambeg cantik cuma karena enggak jadi pergi makan berdua. Mendingan masuk dapur, goreng telur mata sapi, tata di tempat makan, terus berangkat ke rumah pacar. Ditambah satu senyuman manis. Proses seperti ini menjadikan hidup jauh lebih mudah dipahami.
Sebelum menuntut orang lain untuk paham maksud hati, ada baiknya belajar memahami terlebih dulu :)


Senin, 26 Agustus 2013

jejak

Bersajak. Dalam langkah. 
Setiap kali kaki melangkah, 
selipkan satu cerita untuk dikenang.
Ribuan kisah dalam derap langkah.
Hanya terus melangkah.

...




Selasa, 09 Juli 2013

06.07.2013

Ide untuk menulis tema ini datang dari interaksi di jejaring sosial semalam. Menikah. Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum dan norma sosial (Wikipedia).
Meski didefinisikan sesimpel dan sesederhana itu, tapi tidak pada nyatanya. Mulai dari pertemuannya, keberanian, tikungan-tikungan di dalamnya dan persiapannya. Menikah bukan lagi tentang dua orang, tapi dua pangkat dua kali dua orang yang mengikutinya. Bukan lagi sesimpel akad nikah di gereja, melainkan prestige yang disematkan pada resepsinya. Pantas dan tidak pantas. Emosi yang terus diadu untuk akhirnya sebuah perhelatan satu hari terjalani. Mengawali langkah panjang berkeluarga.
Satu-satunya yang simpel dan seharusnya ada saat memutuskan untuk menikahi dan dinikahi, menurut Saya, adalah bahagia. Lahir dan batin. Dari dalam hati.
Selamat menjalani hidup yang nampak baru, mamas. Sematkan bahagia di dalam keluarga kecilmu. Kesampingkan ego. Tuhan memberkati. Selalu. 
 

Kamis, 20 Juni 2013

money. happy

Selalu senja yang menemani Saya menulis. Menerawang dalam hangatnya malam. Bahagia. Hanya beberapa kegiatan dalam satu masa dan Saya bahagia.

Tulis saja tentang bahagia.

Di tengah tren "bahagia itu sederhana" atau "uang bukan segalanya" Saya meyakini bahwa kenyataannya bahagia dan uang itu bersahabat. Faktanya banyak tentang keyakinan Saya ini. Bahkan fakta yang sederhana seperti duduk dan ngopi. Kopi dibeli pakai uang. Kopi kualitas tinggi, hanya bisa didapat dengan uang yang banyak. Berbanding lurus dan jadi tidak sederhana kan?!
Fakta lainnya jelas terlihat saat pekerja tidak punya uang atau tabungan menipis. Mau bilang bahagia, tapi kok mikir banget mau beliin papa kado ulang tahun, mau bayar cicilan motor, mau makan ayam goreng sambal bawang, mau ngajak pacar jalan, ketawa-ketawa.
Tertawa. Kalimat klise tentang bahagia yang ini juga mantab teorinya "aku bahagia kalo lihat orang lain ketawa bahagia". Tidak ada yang salah dengan kalimatnya, hanya saja, untuk membahagiakan orang lain dan membuat mereka tertawa, biasanya uang mengambil peran di sana. Belajar yang rajin (bayar sekolah kan mahal tuh), makan bareng, nonton film, beli komik, sampai ke nonton konser gratisan (bayar parkir juga sih).

Saya cuma menulis yang realistis, sesuai dengan kenyataan. Semoga manusia tidak memungkiri bahwa uang dan bahagia itu bersahabat. Jadi, Saya akan mencari uang yang cukup untuk menciptakan bahagia. Kamu?






Jumat, 31 Mei 2013

wishing

Empat tahun belakangan, Saya merasa sangat excited memasuki bulan Juni. Selalu menjadi awal yang baik untuk setiap doa yang panjang dan penuh harapan. Berkurang usianya. Bertambah doa menyertainya.
Selalu Satu Juni..
Tahun ini menjadi lebih menyenangkan karena Saya bisa berada tepat di sampingnya, hanya untuk mengucapkan "Selamat ulang tahun, kesayanganku"




Sabtu, 18 Mei 2013

kereta. cerita. cinta

Semakin sering Saya berada di atas kereta, rasanya semakin cinta. Perjalanan selama kurang lebih 1 jam yang membawa banyak cerita. Jatuh cinta. Hamparan sawah berhektar. Hijau dan sejuk. Dua tiga burung gereja asyik beterbangan di luar sana. Pemandangan gunung yang kadang menawan, atau tertutup awan. Anak-anak bermain di pinggir rel karena tak lagi ada lahan lapang untuk sekedar berlari. Seru kan?!
Di dalam kereta, mengamati kegiatan penumpang di kanan kiri juga seru. Sebagian besar tidur, biasanya yang tergolong menua. Sebagian lagi dipastikan memegang telepon genggam sembari memasang earphone. Menikmati dunianya sendiri. 
Kalo gerbong penuh, lebih menyenangkan untuk diamati. Segala macam ekspresi ada di sana. Cemberut dan mengeluh. Tangisan bayi. Mengusap keringat dan menegak minuman. Berdiri pun jadi. 
Di atas kereta tidak pernah menjemukan. Bahkan untuk datang atau pergi. Saya menikmati, terlebih saat aroma Pop Mie diseduh. Bahagia Saya sederhana. Anda?



Selasa, 23 April 2013

hello.goodbye

Hari ini adalah hari yang belakangan saya nikmati setiap detiknya. Hari efektif terakhir bekerja di salah satu perusahaan jasa kecantikan di Jogja. Satu setengah tahun berada di posisi marketing. Pengalaman baru yang mengajarkan banyak hal. Promo, relasi, interaksi, mengelola emosi, memahami sesama karyawan, kerjasama dan kebersamaan.
Bekerja dengan sistem kekeluargaan. Kenyamanan dan ketidaknyamanan yang berjalan beriringan. Menyenangkan dan menyebalkan yang sepadan. Yang mulai hari ini akan saya rindukan.
Tuhan, terimakasih untuk setiap kesempatan baik yang terus datang. Untuk air mata yang membawa kenangan. Terimakasih, Woman and Woman Spa Yogyakarta :-)


Sabtu, 20 April 2013

teman. liburan. kenangan

Setelah beraktivitas cukup lama, meluangkan sedikit waktu untuk menikmati liburan sepertinya menjadi satu-satunya pilihan terbaik. Membuat sendiri rencana kegiatan hari ini dan mengontak teman kesayangan.
Jadilah hari ini liburan cara saya. Berangkat jam 9 pagi untuk servis motor kesayangan. Semua gadget sudah siap untuk menunggu motor selesai diservis. Dua jam kemudian, servis selesai dan menuju Es Justice di Mrican. Bbm teman kesayangan, siapa tau bisa makan siang bareng. Kesepakatan terjadi dan makanan kesayangan siap menemani liburan hari ini. Bakso Bethesda. A d u h a i. Ngobrol ngalor ngidul dan memutuskan untuk nonton bareng : Oblivion. 

Hari ini tidak akan berulang. Setiap moment di dalamnya akan menjadi kenangan. Kenangan yang akan selalu saya rindukan. Kenangan yang selalu membuat saya tetap ingin ada di dalamnya. Kebersamaan. Liburan. Bahagia saya sederhana, meski tidak selalu dengan mudah saya dapatkan :-) 

                               





Kamis, 14 Maret 2013

the.lost.Jogja

Di senja sore tadi, Saya merasa ada perubahan pada Jogja. Kota kelahiran yang terus berkembang seiring sejalan dengan waktu.

Jogja mulai macet di banyak titik dan jam. Meski masih bisa juga dipakai untuk berkendara di atas 45 km/jam.
Gedung bertingkat semakin merajalela di setiap sudut Jogja. Pengusaha dan pemerintah yang semakin tak acuh dengan peningkatannya. Meski bukan tidak mungkin hanya akan menjadi gedung angker tak berfungsi akibat BEP puluhan tahun di Jogja.
Mulai berisik dengan keramaian aktivitas manusia di dalamnya, dengan kultur yang mulai tercemar. Sama seperti udaranya. Polusi. Tercemar. Rusak.

Dan Saya, salah satu manusia yang menolak "perubahan" Jogja dengan tetap duduk, menikmati senja, menanti hujan, menulis. Tanpa aksi untuk Jogja. Tidak berfungsi.




Minggu, 10 Maret 2013

blessing. rainy. day


Saat yang tepat untuk sejenak melihat ke belakang. Dua puluh lima tahun yang baik.
Bersyukur untuk orang tua yang membesarkan saya seperti ini, tumbuh sebagai anak tengah yang pemberani dan tidak kalah.
Dua puluh lima tahun yang panjang untuk menuliskan betapa kakak saya adalah malaikat penjaga terbaik. Seperempat abad yang menegangkan supaya bisa selalu ada untuk adek cantik
Empat kali ulang tahun yang dirayakan selalu dengan pujaan hati dan betapa menyenangkan setiap waktu di dalamnya.
Dua puluh lima tahun yang cepat untuk menggoreskan kenangan bersama teman dan sahabat


Terimakasih untuk usia yang bertambah dan kesempatan yang berkurang. Semoga dewasa dan bahagia terus menyertai kehidupan saya

Kamis, 07 Februari 2013

hujan. cinta. jingga

Salah satu radio di Jogja mengadakan kompetisi Valentine "Seperti yang Kucinta"

Iseng buka webnya dan menakjubkan. Banyak manusia penuh cinta yang menuliskan keindahan. Ada yang sederhana. Ada juga yang bahasanya bak pujangga asmara. 

Saya terinspirasi dan seketika turun hujan. Tepat.

Menggambarkan kamu adalah hujan karena setiap hujan turun, seakan-akan kamu ada di depan mata. Dingin tapi menyejukkan. 
Di penghujung musimnya, hujan semakin mengidentikkan keberadaanmu. Jarang hujan, tapi sekalinya turun, maka romantisme tercipta. Apa adanya.

Dan Saya bersyukur karena ternyata di dunia sekeras ini masih ada banyak orang yang hidup dengan cinta dan mampu mengungkapkannya. 


Senin, 21 Januari 2013

lucky me

Jumat yang lalu, giliran saya ketiban bencana :p
Tabrakan karambol. Jantung berdebar. Ketakutan. Beruntungnya cuma memar dan tidak ada luka serius. Motor juga cuma masuk ke bengkel sehari, meski sekarang belum berani saya kendarai lagi. Meski belum bisa bergerak normal karena memar dan kaku otot tangan kiri sampai punggung kiri, tapi beruntung tangan kanan masih sedikit membantu. Kesakitan yang masih saya dapati ada untungnya.
Saya beruntung akan banyak hal yang kemudian datang setelah kejadian. Teman dan perhatian. Pengobatan dan doa. Saya beruntung karena dicintai luar biasa.
Untuk cinta yang tidak pernah padam oleh mendewasanya waktu. Untuk setiap kejadian dalam hidup, saya mencoba untuk melihat sedikit lebih dalam karena di sanalah makna tercipta.
Terimakasih untuk puding manis dari pujaan hati yang menyamarkan nyeri dan kesakitan saya hari ini. Selamat tanggal 21, dunia penuh bahagia yang sederhana :-)

Rabu, 16 Januari 2013

un.relax.able

Mungkin seru juga mereview tentang relaksasi yang tidak selalu mudah didapat. Blog sebelah menuliskan definisi relaksasi adalah kegiatan yang dapat membantu menghilangkan stres. Saya setuju dan menurut saya, salah satu kegiatan menghilangkan stres adalah pijat, terlebih dalam satu rangkaian SPA. Pijat secara nyata dapat membantu memperlancar peredaran darah dan meredakan ketegangan otot kaku. Secara nalar, ketika peredaran darah lancar dan otot mereda, manusia akan jauh lebih relaks dan segar.
Pengalaman pijat kemarin sore, jauh dari relaks yang saya bayangkan. Dari sentuhan pertama, saya sudah mulai meragukan relaksasi seperti apa yang akan saya dapat sore ini. Mulai dari kaki sampai punggung menggunakan tekanan jempol dan "gebugan". Sport massage dipadukan refleksiologi dan shiatsu mungkin ini. Satu putaran di kaki masih enak. Masuk putaran kedua, mulai kesakitan. Putaran ketiga, saya meminta terapis mengurangi tekanan. Saya pastikan, terapis di tempat ini ditraining untuk memiliki tekanan ekstra. Terbukti dari tidak berkurangnya tekanan pada kaki saya. Ini bagus untuk seorang terapis. MASALAHnya : saya kesakitan!
Tekanan dalam suatu proses pijat itu baik dan bermanfaat ketika tekanan berada di titik yang tepat. Terapis harus tau pasti di mana letak titik enak untuk dipijat, bukan asal tekan dan kuat. Tidak ada satu titikpun yang pas di badan saya kemarin.
Pijat kali ini tidak membantu saya mengurangi stres, malah berhasil membuat kualitas tidur berkurang *meringis*
Relaks itu mudah jika saya dan Anda tau persis bagaimana memperolehnya! Hati-hati mempercayakannya :)






Senin, 14 Januari 2013

unhappy

Cerita sore hari ini tentang kesenjangan.
Kesenjangan menonjol di manapun saya dan Anda berada. Dekat dan terkadang tanpa kita sadari.
Si A yang mendapat perhatian lebih besar dari si B. Si Z punya BB keren dan si L cuma pake handphone butut. Juga tentang marketing G yang berhasil mencapai target dan si K yang masih jauh dari minimum target perusahaan.
Kesenjanga muncul dari sebuah penilaian. Satu kata penuh makna dan penafsiran. Semua yang ada dalam manusia ada nilainya. Nilai yang terlontar dari sekitar. Nilai yang menentukan derajat, layak tidak layak, baik dan buruk, harus dan tidak. Subyektif.
Untuk sebagian manusia, penilaian manusia lain menjadi sangat penting. Menentukan hidup dan matinya. Menentukan bahagianya. Untuk saya, bahagia saya hanya saya yang bisa menilai dan menentukan.

Jumat, 11 Januari 2013

lima belas tahun


Dan besok, adek cantik kesayangan ulang tahun :-)

Lima belas tahun. Dia tumbuh dalam kehidupan yang baik, sama baiknya dengan kehidupan saya. Dewasanya bertambah, meski manjanya tak sedikitpun berkurang :p

Lima belas tahun.Saya tidak pernah membiarkan dia kekurangan apapun. Kasih sayang dan semangat selalu menyertai langkah kakinya. Padahal saya tau pasti, kelak dia akan memiliki kehidupannya sendiri dan tidak lagi memerlukan saya.

Selamat Ulang Tahun, Cibung, panjang umur, sehat selalu. Semakin dewasa, gak takut apapun. Tuhan memberkati *hug*


Selasa, 08 Januari 2013

a u g e

Saya suka melihat mata seseorang. Dari sana saya menemukan banyak cerita. Seperti kebanyakan orang katakan, mata adalah pancaran jiwa, dan ajaibnya, mata menyatakan kejujuran. Secara teoritis, mata didefinisikan sebagai alat pada indera yang dipergunakan untuk melihat. Melihat kejujuran.

Kejujuran tentang bahagianya bapak tambal ban yang diberi kelebihan uang 2000 rupiah. Kejujuran tentang amarah yang masih tertanam saat tawa mengembang. Juga tentang romantisme. Tentang romantisme ini yang paling mendebarkan untuk kamu yang memiliki pasangan dalam kategori kurang romantis. Sesekali diam, tatap matanya, tanpa berkedip. Di sana kamu menemukan cinta, romantisme tanpa tanding :-)

Bagian pentingnya, dari setiap mata, saya melihat kegigihan. Dengan pancarannya sendiri!




Minggu, 06 Januari 2013

dream and do it

Memulai memang jadi hal paling berat untuk dilakukan. Saya memulai dengan membuat satu blog dan menulis. Menulis itu baik untuk kesehatan. Terlebih untuk kesehatan pikiran yang mulai penat. 

Detik ini saya penat. Penat untuk bermimpi dan mewujudkannya. Awal tahun menjadi moment yang tepat untuk berlomba - lomba beresolusi tahunan dan dilupakan kemudian karena nampak lebih seru untuk menjalani hidup apa adanya mengikuti arus yang berjalan setiap harinya.

Dan mimpi saya masih sama. Tentang kopi dan nikmat menyeduhnya di sore hari yang damai :-)