Saya suka melihat mata seseorang. Dari sana saya menemukan banyak cerita. Seperti kebanyakan orang katakan, mata adalah pancaran jiwa, dan ajaibnya, mata menyatakan kejujuran. Secara teoritis, mata didefinisikan sebagai alat pada indera yang dipergunakan untuk melihat. Melihat kejujuran.
Kejujuran tentang bahagianya bapak tambal ban yang diberi kelebihan uang 2000 rupiah. Kejujuran tentang amarah yang masih tertanam saat tawa mengembang. Juga tentang romantisme. Tentang romantisme ini yang paling mendebarkan untuk kamu yang memiliki pasangan dalam kategori kurang romantis. Sesekali diam, tatap matanya, tanpa berkedip. Di sana kamu menemukan cinta, romantisme tanpa tanding :-)
Bagian pentingnya, dari setiap mata, saya melihat kegigihan. Dengan pancarannya sendiri!
Kejujuran tentang bahagianya bapak tambal ban yang diberi kelebihan uang 2000 rupiah. Kejujuran tentang amarah yang masih tertanam saat tawa mengembang. Juga tentang romantisme. Tentang romantisme ini yang paling mendebarkan untuk kamu yang memiliki pasangan dalam kategori kurang romantis. Sesekali diam, tatap matanya, tanpa berkedip. Di sana kamu menemukan cinta, romantisme tanpa tanding :-)
Bagian pentingnya, dari setiap mata, saya melihat kegigihan. Dengan pancarannya sendiri!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar