Menulis tentang ibu rasanya tak akan ada habisnya.
Begitu banyak kenangan di kepala, tentang ibu, meski kami, terutama Saya, tidak menjadikan ibu sebagai sahabat layaknya keluarga pada umumnya.
Ibu adalah sosok pekerja keras yang bangun paling pagi dan tidur paling larut. Tak ada satu pun teman kami yang tak ibu ingat dan tak ada kegelisahan kami yang tak ibu rasakan. Begitu banyak keributan terjadi tapi tak pernah sekalipun ibu menghentikan keinginan kami untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Ibu tak pernah membanggakan kami tapi tak sedikit pun mengurangi keyakinan bahwa ibu bangga akan kami.
Kami tak selalu pulang dengan keadaan baik, dan ibu mengerti. Meski terkadang juga ikut menghakimi kami, untuk kemudian mengatakan "tidak apa-apa, nak, semua akan baik-baik saja, sudah biasa".
Ibu tidak selalu menyajikan suasana yang menyenangkan tapi selalu membingkainya dengan baik.
Air mata dan doa.
Entah akan jadi ibu seperti apa nantinya, satu yang akan Saya ingat sepanjang hidup adalah cara Ibu menyerahkan semua perkara ke dalam tanganNya dan mensyukuri semua yang terjadi.
Ibu, simpuhku di kakimu pun tak akan mampu menghapus betapa keras kepalanya aku. Jangan berhenti mengirimkan pesan "di rumah hujan deres, dijemput nggak, mbak?" karena di situlah aku tahu ibu mengkhawatirkanku.
Selamat ulang tahun, ibu.
Begitu banyak kenangan di kepala, tentang ibu, meski kami, terutama Saya, tidak menjadikan ibu sebagai sahabat layaknya keluarga pada umumnya.
Ibu adalah sosok pekerja keras yang bangun paling pagi dan tidur paling larut. Tak ada satu pun teman kami yang tak ibu ingat dan tak ada kegelisahan kami yang tak ibu rasakan. Begitu banyak keributan terjadi tapi tak pernah sekalipun ibu menghentikan keinginan kami untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Ibu tak pernah membanggakan kami tapi tak sedikit pun mengurangi keyakinan bahwa ibu bangga akan kami.
Kami tak selalu pulang dengan keadaan baik, dan ibu mengerti. Meski terkadang juga ikut menghakimi kami, untuk kemudian mengatakan "tidak apa-apa, nak, semua akan baik-baik saja, sudah biasa".
Ibu tidak selalu menyajikan suasana yang menyenangkan tapi selalu membingkainya dengan baik.
Air mata dan doa.
Entah akan jadi ibu seperti apa nantinya, satu yang akan Saya ingat sepanjang hidup adalah cara Ibu menyerahkan semua perkara ke dalam tanganNya dan mensyukuri semua yang terjadi.
Ibu, simpuhku di kakimu pun tak akan mampu menghapus betapa keras kepalanya aku. Jangan berhenti mengirimkan pesan "di rumah hujan deres, dijemput nggak, mbak?" karena di situlah aku tahu ibu mengkhawatirkanku.
Selamat ulang tahun, ibu.




































