Sabtu, 12 Mei 2018

patah.tumbuh.

Aku bersyukur sebab Kau setia
Beberapa hari yang lalu berita dipenuhi informasi rusuh di Mako Brimob Jakarta.
Puluhan narapidana melakukan penyerangan terhadap petugas. Lima petugas dan satu narapidana tewas. Begitu sepertinya. Hanya dipicu oleh masalah makanan, katanya.

Minggu sebelumnya malah lebih sepele. Intimidasi terhadap satu pihak dilakukan hanya karena berbeda kaos tanda pagar. Selo uripmu?

Pagi ini, Romo mengawali ekaristi dengan kata yang tersendat. Air matanya jatuh. "Saya dikirimi video pemboman gereja di Surabaya pagi ini. Saya melihat seorang anak berlumuran darah. Mereka tidak berdosa".


Aku memujiMu karena Kau sangat baik
Tadinya mau copy link berita - beritanya tapi nanti dikira ikut memperkeruh situasi. Cuma asu yang memperkeruh situasi, dan Saya bukan asu.

Menjadi lucu rasanya ketika kita terus dipermainkan oleh situasi seperti ini. Mendekati pemilihan - perebutan kekuasaan - isu panas terus digulirkan. Takut menakuti. Setting keberpihakan. Berbagai caranya. Dan payahnya, sasaran tembaknya adalah kita, manusia penuh cinta yang mudah terbakar amarah ketika keyakinan kita diusik. Sulut sedikit, kebencian membuncah. Mata dan hati jadi gelap seketika.
Sponsor acara tertawa luar biasa.


Mulialah namaMu kutinggikan kuagungkan selama hidupku
Pelajaran mengenai kasih kemudian menjadi sulit diterapkan. Rasanya ingin terus menghakimi, menuntut keadilan. Pada siapa?
Memaafkan menjadi mustahil dilakukan. Rasanya ingin memaki dan menghujamkan tombak tajam. Pada siapa?

Hatiku patah, bangsat!
Bunuh membunuh tak kenal ampun.
Seolah kau tahu apa yang sedang korbanmu perjuangkan dalam hidupnya.

Tapi tak apa.
Kakiku tetap melangkah dalam kebaikan yang kuyakini.
Tutur kataku tetap beraturan dan lantang.
Jiwaku tetap mengasihi semampunya.

Karena aku memahami
kasih Tuhan Allahku melebihi niat jahat manusia.

source : pinterest