Jumat, 23 Oktober 2015

tidak.berhenti.

Puji Tuhan.
Sudah akhir minggu. Nafasnya bisa dihela sedikit.
Seminggu yang berat untuk dilalui.

Tertimpa cyber crime oleh teman sekantor akibat hobi selfie (dan ketidakbisaan orang lain menempatkan diri). Ritme kerja yang tetiba meningkat. Cibung yang sedang kurang sehat. Gagal membanggakan orang tua. Dipamitin tim hore pindah ke ibukota. Tabungan yang mengempis (baca : menahun sih kalau yang ini). Dan prithilan-prithilan lain yang terjadi begitu negatif seminggu belakangan.

Setiap tawa boleh tertahan. Setiap kesenangan bisa hilang. Sayangnya Saya belum akan berhenti. Tangan Saya masih akan mengepal, kaki Saya masih tetap menopang, dan otak Saya masih akan berputar. Toh, akhir pekan sudah datang.




Jumat, 02 Oktober 2015

un.stabil.

Eits! Hampir saja lupa menulis. Sudah terlewat satu bulan tidak memosting di sini.

Biar kekinian, nampaknya menarik menuliskan pemikiran Saya tentang perubahan perekonomian yang terbahas di sana sini. Bukan tentang apa yang terjadi di kancah perekonomian negara sih. Hanya menulis dan berbagi mengenai apa yang kemudian terjadi akibat isu ini (atau paling tidak coba mencari hubungannya).

Saya bukan pengamat ekonomi dan sejujurnya Saya belum merasakan langsung (secara pribadi) dampak atas pergulatan perekonomian. Semua kebutuhan masih terbeli dan cicilan masih terbayar. Di timeline sosial media Saya juga tidak banyak yang membicarakan atau mengeluhkan dampaknya. Ya iyalah, temenannya enggak sama menteri sih.

Kemudian menjadi cethek kah Saya dalam menilai? Tentu tidak secethek itu. Imbas yang Saya rasakan lebih kepada perusahaan dimana Saya bekerja dan brand yang Saya ampu. Beberapa produk harus mengalami kenaikan harga karena harga bahan baku yang terus meningkat. Kunjungan menurun meskipun tidak lantas menjadi sepi. Semangat pun semakin hilang karena kesulitan mencapai target. Klasik. Kalo gajiannya pakai dolar, enak nih.

Semoga perekonomian di Indonesia tetap stabil sehingga Saya dan Anda dapat hidup sejahtera. Membesarkan generasi penerus tanpa berkekurangan. Menyekolahkan mereka di tempat yang baik dengan biaya yang terjangkau. Memberikan liburan yang menyenangkan di negeri sendiri tanpa memikirkan biaya mahalnya. Pada akhirnya Saya dan Anda melihat mereka hidup bahagia.

Up, up, revenue, up.