Kamis, 07 Februari 2013

hujan. cinta. jingga

Salah satu radio di Jogja mengadakan kompetisi Valentine "Seperti yang Kucinta"

Iseng buka webnya dan menakjubkan. Banyak manusia penuh cinta yang menuliskan keindahan. Ada yang sederhana. Ada juga yang bahasanya bak pujangga asmara. 

Saya terinspirasi dan seketika turun hujan. Tepat.

Menggambarkan kamu adalah hujan karena setiap hujan turun, seakan-akan kamu ada di depan mata. Dingin tapi menyejukkan. 
Di penghujung musimnya, hujan semakin mengidentikkan keberadaanmu. Jarang hujan, tapi sekalinya turun, maka romantisme tercipta. Apa adanya.

Dan Saya bersyukur karena ternyata di dunia sekeras ini masih ada banyak orang yang hidup dengan cinta dan mampu mengungkapkannya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar