14 Februari 2014
Pagi penuh cinta dari Gunung Kelud yang semalam dikabarkan beraktivitas dahsyat. Abunya dikirim sampai ke Jogja.
Hari pertama menerjang kabut abu yang beterbangan di jalan. Jarak pandang mata pagi tadi tidak lebih dari 10 meter. Bahkan motor Saya bergerak tidak lebih dari 20 km / jam. Ngeri. Takut menjadi sendiri. Iya. Di sepanjang jalan menuju kantor tadi pagi, Saya mendadak takut sendirian di bumi ini. Tidak ada teman, semua jadi musuh. Tidak ada pacar, semua jadi mantan. Tidak ada kasih sayang dan sukacita. Tidak ada tawa dan nyanyian. Hanya ada kabut dan kesunyian dalam hidup. Di mana serunya menjadi sendirian kalau begitu? Ngeri.
Tuhan, ajarkan aku tetap bersyukur atas setiap apa yang terjadi dalam hidupku. Atas fenomena alam yang datang silih berganti di bumiku. Atas kesedihan dan ketakutan yang merajai hati. Atas keegoisanku sebagai manusia. Ubah hela nafasku menjadi lebih dan lebih dalam bersyukur...
Pagi penuh cinta dari Gunung Kelud yang semalam dikabarkan beraktivitas dahsyat. Abunya dikirim sampai ke Jogja.
Hari pertama menerjang kabut abu yang beterbangan di jalan. Jarak pandang mata pagi tadi tidak lebih dari 10 meter. Bahkan motor Saya bergerak tidak lebih dari 20 km / jam. Ngeri. Takut menjadi sendiri. Iya. Di sepanjang jalan menuju kantor tadi pagi, Saya mendadak takut sendirian di bumi ini. Tidak ada teman, semua jadi musuh. Tidak ada pacar, semua jadi mantan. Tidak ada kasih sayang dan sukacita. Tidak ada tawa dan nyanyian. Hanya ada kabut dan kesunyian dalam hidup. Di mana serunya menjadi sendirian kalau begitu? Ngeri.
Tuhan, ajarkan aku tetap bersyukur atas setiap apa yang terjadi dalam hidupku. Atas fenomena alam yang datang silih berganti di bumiku. Atas kesedihan dan ketakutan yang merajai hati. Atas keegoisanku sebagai manusia. Ubah hela nafasku menjadi lebih dan lebih dalam bersyukur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar