Minggu, 17 Mei 2015

ayah. anak.


Terima kasih anak muda Kolese John De Britto untuk Ekaristi Kaum Muda yang mengena dan sederhana.
Tema yang diangkat tentang komunikasi dalam keluarga, menyoroti lebih ke komunikasi ayah dan anak. Insightfull sekali kan?!
Ayah adalah musuh anak laki-laki (dan pacar pertama anak perempuan). Larangan dan aturan yang ayah buat untuk anak lelakinya terkadang lebih berat dibanding untuk anak perempuannya. Seperti yang ayah Saya terapkan. Meski tidak terlalu mencolok karena karakter Saya memang lebih keras kepala dibanding kakak laki-laki Saya. Misalnya tentang tato. Mati-matian kakak Saya pengen tato, tapi Saya duluan yang tatoan. Ini selain karena kakak Saya sabar dan berprinsip, tapi juga karena papah pernah secara tidak langsung menentang keinginannya untuk mentato tubuh. Nasehat dan cara hidup juga lebih sering diberikan papah untuk kakak Saya. Ini terkadang membuat anak laki-laki kesal terhadap ayahnya. Menjadi menarik karena EKM ini tidak hanya menyajikan realita anak muda, tapi juga mengajak kami untuk merenungi apa yang terjadi. Melihat lebih dalam mengapa ayah bersikap sedemikian keras dan acuh. Mengapa ayah tidak meluangkan waktu? Benarkah keras dan acuh? Atau sedang mempersiapkan hal baik untuk kita? Benarkah tidak meluangkan waktu? Atau sedang berjuang untuk kita?

Atau kita yang tidak punya waktu untuk Ayah??

Kakak Saya sudah menjadi seorang Ayah. Suami Saya kelak akan menjadi Ayah. Semoga mereka mengingat moment belajar naik sepede pertama kali. Mengingat tentang rokok dan bir bersama ayah. Mengingat amarah dan bentakan untuk menjadi tangguh. Semoga apa yang ayah tanamkan menjadi bekal mereka dalam menghasilkan generasi yang berani, penuh cinta dan berpengharapan.
Selamat hari komunikasi :)









**update foto 16 Desember 2016











 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar