Jumat, 24 April 2015

percaya.partner.

Malam ini Saya mendapati partner Saya berusaha menyembunyikan sesuatu di handphonenya. Entah apa yang sedang terjadi, tapi satu-satunya yang melintas di pikiran Saya hanyalah pertanyaan - kenapa?-
Kebersamaan kami ternyata memang tidak menjadi jaminan bahwa diantara kami tidak ada rahasia (lagi). Bahkan mungkin semua rahasia tersimpan rapi di handphone. Dari dulu Saya meyakini bahwa benda ini adalah wilayah paling privasi yang dimiliki seseorang dan tidak akan Saya sentuh tanpa ijin pemiliknya. Sampai malam ini, sayangnya pendirian Saya masih teguh. Saya tidak marah, hanya kesedihan Saya tetiba membuncah. Penasaran. Atau mungkin meragu.
Bagaimana bisa kepercayaan tumbuh kalau hati Saya ragu?
Jadi inget film Street Dance. Menari berpasangan akan menjadi hidup ketika penarinya saling percaya. Ada passion yang terjaga untuk menghasilnya nyawa dalam setiap gerakan. Menari saja membutuhkan kepercayaan dan kerja tim yang baik, apalagi hidup.
Saya banyak menerka, mencari ke dalam diri sendiri. (Sekali lagi) Saya tidak merasa sedang terbakar amarah. Hanya kebingungan. Dan kemudian tersadar. Mungkin kesalahannya ada di dalam diri Saya sendiri. Mungkin ini bukan tentang rahasia atau kebohongan yang sedang ditutupi. Mungkin ini hanya tentang privasi. Ruang nyaman yang tidak perlu diusik.

Selamat malam, partner kesayangan, semoga kita tetap menjadi tim yang baik meski privasi ada di tengah kita. Aku (hanya) menyayangi lebih dari yang selalu aku katakan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar