Sabtu, 19 Maret 2016

mikhaela.kirana.

20 Maret 2016.

Welcome to the world, lovely pisces baby girl. Mikhaela Louna Kirana.

Mas Dome panggil kamu -mimi-
Lihat fotomu di grup whatsapp. Air mata ontis seketika jatuh. Kamu cantik banget. Mirip ibumu. Namamu juga cantik.

Ontis belum bisa ke sana untuk lihat kamu, tapi beribu doa ontis menyertaimu. Tumbuh jadi gadis kecil yang cantik di hati ya. Boleh manja tapi juga harus tangguh. Jadi perhiasan yang cantik untuk bapak, mama, dan keluarga. Tuhan memberkati kamu, kesayangan.

Ontis love you (and miss you too, mas Dome)










**update foto 14 Mei 2016



**update foto 16 Desember 2016



**update 25 Feb 2017



**update 4 Maret 2017





20 Maret 2017. Selamat ulang tahun, Mikhaela. Tumbuh sehat dan pintar. Jadi kebanggaan keluarga. Tuhan memberkati.





Natal 2017 jadi Natal pertama kamu sama bapak, nak. Bapak selamatkan gugatan cerai ibumu. Demi kamu dan kakakmu. Meski ontis tahu, konsekuensi yang akan bapak hadapi jauh lebih besar dari sebelumnya. Selamat Natal, sayangnya ontis. Ontis love you.





25 Maret 2018. Minggu ini biasanya jadi hari perayaan ulang tahunmu. Tapi bapak nggak kasih kabar apapun ke kami. Mungkin ini juga caranya bapak untuk memenuhi segala persyaratan rujuk yang ibumu minta. Setelah bapak dan ibumu sepakat untuk rujuk, bapak memang tidak pernah secara jelas menceritakan hasil atau persyaratan apa yang ibumu minta. Satu yang jelas terjadi, tidak pernah lagi bapak mengirimkan foto atau video tingkah lucu kalian, dome dan kirana. Kata eyang kakung, ibumu melarang bapak ambil foto kalian dan membagikan ke kami. Tidak pernah lagi bapak pulang sekedar menengok kakung dan uti. 
Tidak apa - apa, nak. Kami mengerti. Meski kami tidak pernah akan tahu kepintaran apalagi yang sedang kalian temukan, tapi rindu kami selalu menemani kalian. Darah kami tetap mengalir dan menjadi bagian kalian. 
Selamat ulang tahun yang kedua, adek kirana. Ontis miss you.


14 April 2018

Tiba masanya jujur pada kata
Jangan lagi berdiam padaku
Karena tak ada lagi air mata yang kutahan atas amarah dan gelisah
Rinduku bersembunyi
berganti dengan pemahaman
akan masa yang harus kaulewati
Tenanglah, deras darahku yang mengalir
Aku akan tetap berada di sini
Di tempat yang kau tahu
kemana harus kembali
berbagi hati dan tak bersembunyi
Kita hanya belum terbiasa









Tidak ada komentar:

Posting Komentar