Senin, 17 April 2017

susah.dieja.

Sempurna itu susah dieja. 


Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan 

Tiga hari tidak bisa tidur nyenyak karena demam dan batuk. Tidak ada yang bisa Saya lakukan selain memberikan obat-obatan dari dokter dan berdoa supaya Tuhan kembalikan kesehatannya. Proses penyembuhan ini membuat mental Saya mendadak ciut. Wanita macam apa yang tidak tahu cara lain untuk meredakan demam selain obat-obatan dari dokter? Atau yang hanya bisa terus bertanya mengenai apa yang dirasakan? Yang hanya bisa mencuri waktu istirahat kantor untuk pulang dan memastikan semua obat sudah diminum dan tidurnya bisa lelap beberapa waktu dalam pelukan Saya?


Tapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Saya sungguh jauh dari wanita yang sempurna. Pengetahuan mengenai ini itu mendadak terampas oleh panas raganya. Menghilang bersama kegelisahan tidurnya. Sembilan tahun ini Saya hanya banyak menuntut hingga lupa kewajiban untuk menjadi sama sempurnanya.

Bersyukurnya, moment ini memberi Saya waktu untuk belajar. Belajar lebih sabar, mencari tahu banyak hal dan berhenti menuntut apalagi mencobai, karena sempurna itu susah dieja.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar