Jumat, 01 Juni 2018

Ramadhan.kami.

Bukan cuma umat muslim yang bahagia memasuki bulan Ramadhan. Saya juga bahagia.

Buka bersama, ngabuburit dan Lebaran. Hari pertama puasa selalu menjadi hari untuk mengiyakan semua ajakan berbuka puasa di hari - hari selanjutnya. Teman kerja, teman main, teman lama, teman, teman, teman yang bahkan hanya ketemu setahun sekali di moment buka puasa.

Belum lagi keharusan ngabuburit di Lembah UGM yang selalu Saya lakukan setiap tahunnya : bakwan kawi, es buah, bakso tusuk, telur gulung, sate, plus es kepal milo (hits di tahun ini sih). 

Lebarannya lebih seru lagi : bangun pagi, mandi, dandan cantik, terus nungguin anak - anak dateng ke rumah. Orang tua Saya terbiasa memberikan hadiah untuk anak - anak di sekitar tempat tinggal kami. Rasa kesal ketika sebulan penuh mereka menyalakan mercon di depan rumah kami, seketika hilang. Berganti bahagia melihat tingkah polah anak - anak ini. Kadang tetap tengil : udah dateng sekali, lima menit kemudian dateng lagi, maaf - maafan lagi, minta fitrah lagi. "Kan tadi udaaah, le!"

Menu yang selalu ada di rumah ketika Lebaran juga menyenangkan : opor ayam, telur pindang, dan rendang. Kadang ada nastar sama kastengel juga sih. Silaturahmi ke tetangga sekitar rumah juga selalu kami lakukan. Biasanya sebelum nyekar eyang dan berkumpul bersama keluarga besar papa. Begitu setiap tahunnya. 

Semua momentnya membuat Saya sungguh mencintai bulan - bulan seperti ini. Senang!
Menjaga tradisinya pasti akan terasa sulit, apalagi sekarang anggota keluarga kami berkurang karena harus Lebaran di kota lain, kesibukan bertambah, dan prioritas lainnya, tapi menjaga rasa bahagia yang tercipta pasti akan terus Saya lakukan. 

Terima kasih untuk menitipkan Saya di lingkungan yang baik dalam menerima perbedaan. Saya bangga hidup dengan penuh cinta.

Buka puasa 2018 di rumah mas Anton



Buka bersama di Rajaklana 2018








Ngabuburit Lembah UGM 2018

Lebaran 2018

Buka puasa 2017 di rumah pak Fhafha

Lebaran 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar