Sabtu, 15 Juli 2023

(ternyata) aku.toxic.

Sebagai orang tua yang baru saja memasuki fase - Orang Tua Siswa - ternyata aku cukup latah untuk membuat anak tampak sama dengan teman - temannya.

Setiap pulang dari sekolah atau setelah melihat dokumentasi kegiatan harian yang dikirim guru di sekolah rasanya akan spontan uhuyy untuk mengeluarkan kalimat - kalimat seperti ini : mbak mili, kok tadi duduknya di belakang sih, nggak di depan kayak si A ini lho?. Atau seperti ini : mbak, kok nggak tos kayak temen - temen (yang padahal anak sudah tos hanya saja tidak terdokumentasikan dan aku terlanjur memberikan penghakiman kepada anakku). Atau lagi pertanyaan seperti : mbak, kok bicaranya pelan banget sampai mbuk nggak dengar deh, besok coba lebih keras ya kayak si B. Dan beberapa komentar spontan lain yang masih saja terlontar.

Seketika menjadi tertampar : apakah aku ini orang tua yang toxic? Apakah aku menjadi masalah bagi anakku karena menuntut anak untuk menjadi sama dengan teman - temannya? Lantas aku menjadi lupa bahwa berbeda itu tidak apa - apa. Bahwa setiap anak akan punya waktunya. 

Ini baru sekolah TK yang tujuannya adalah supaya anak mau dan mampu bersosialisasi. Bagaimana jika sudah berada di tahap selanjutnya yang tujuannya mungkin angka dan prestasi?

Akankan aku semakin toxic untuk anak - anak? Semoga tidak. Karena aku tahu betul diperlakukan tidak sesuai kebutuhan dan keinginanku adalah menyakitkan.

Selamat sekolah, Renjana, anak baik. Semoga kamu bersenang - senang dan dikelilingi mereka yang baik. Amin.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar