Terkadang menjadi Ibu penuh waktu membuatku rindu mengkritik dunia tanpa kenal waktu. Mengeluhkan ini itu hanya karena dulu aku pernah berada di situ. Memperbandingkan hidup, sekarang dan yang dulu. Melontarkan kalimat tak perlu yang semakin memperjelas ke- tidak bersyukuran - ku.
Padahal, sejujurnya, hidupku saat ini adalah impian yang pernah kubawa dalam doa bertahun - tahun lamanya. Hidup yang pernah kubanggakan bertahun - tahun sebelumnya. Padahal hidupku saat ini begitu nikmat adanya. Dan padahal aku tahu bahwa hidup akan berputar, masa akan berlalu dan berganti lagi yang baru. Selalu begitu.
Inilah aku, Anastasia, si paling sering larut dalam masa lalu, susah beranjak maju. Terima kasih sudah memberanikan diri untuk jujur bahwa jalan yang kamu pilih pernah salah dan gegabah, apapun alasannya. Terima kasih untuk mau dibantu dan kemudian berusaha memperbaiki. Terima kasih masih hidup di tiga puluh enam hari ini.
Mari tumbuh dengan hati yang tulus ikhlas berbahagia dan berterima kasihlah aku pada kalian yang selalu berada di sekitarku, memberiku dukungan tanpa berusaha menghakimi setiap tingkah burukku, melihatku bangkit dan memaafkan diriku sendiri. Te amo mucho, mi amor!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar