Jumat, 21 Agustus 2015

who.am.i.

Menjadi berbeda tidak melulu menyenangkan. 
Saya merasa ini tepat, sedangkan kebanyakan orang merasa yang sebaliknya. 
Dia beranggapan bahwa itu hal biasa, sedangkan tidak untuk Saya. 
Saya panik tentang satu hal, sedangkan orang lain menanggapi dengan santai. 
Saya perencana sejati dan selalu berhadapan dengan manusia tanpa rencana pasti. 
Saya berpikir tentang A, sedangkan dia dan mereka berpikir tentang Z. 

Tidak pernah mudah  belajar memahami bagaimana cara orang lain berpikir. 
Tentang ini. Saya sering kali merasa aneh. Serasa makhluk asing di bumi. 
Alien. 
Idiot. 
Kali ini Saya lupa bagaimana caranya bersyukur ketika menjadi berbeda itu menyakitkan. 
Saya lupa.
Tapi, Saya, dia dan mereka bisa saja saling menghargai. 
Bisa saja saling membantu. Bisa saja mencoba memahami untuk kebaikan bersama. 
Bisa.

Menjadi berbeda terkadang bukan pilihan. 
Kebanyakan karena bawaan sedari lahir dan melihat dunia. 
Menerima perbedaan bukan hal mudah JIKA diri sendiri tidak bisa mensyukuri yang berbeda. 
Jadi, Saya mulai menerima perbedaan yang disematkan dalam pribadi Saya sedari lahir dan mentolerir yang lain. Hingga indahlah kehidupan dan Saya menjadi bagian di dalamnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar