Berhenti terus membuat hidup menjadi mudah. Ijinkan aku menilai seberapa kuat kakiku berdiri.
Berhenti menuruti setiap angan. Ijinkan aku memahami ketika rencana menjadi tertunda.
Berhenti memperlakukan aku sekecil manusia tanpa arti.
Berhenti menanyakan hal yang tak selalu ingin aku dengar. Ijinkan aku menceritakan bagaimana aku bertahan dalam kesedihan dan tetap mengukir garis senyum di wajahku.
Berhentilah karena aku kelelahan.
Natal tahun ini memang berbeda dari tahun - tahun sebelumnya.
Pohon Natal baru Saya pasang seminggu sebelumnya. Pekerjaan di kantor terasa begitu sulit ditinggalkan, sehingga mempersiapkan keriuhan Natal pun menjadi jauh dari angan. Adaptasi lagi karena tahun ini Misa Natal pertama bersama keluarga baru. Sepeninggal Uti, ritual berkumpul juga tidak lagi jadi keharusan. Tergantikan grup whatsapp, bertukar cerita melalui foto - foto yang terkirim. Meski terasa ada yang hilang, rinduku terbayar.
Liburan pun tak lagi terasa libur karena gadget tetap melekat di tangan. Sekedar bertegur sapa di grup, hingga memastikan pekerjaan di Jogja berjalan lancar.
Natal Saya tahun ini terasa mengalir seperti hari - hari biasa. Maknanya juga tak lebih dari sekedar perayaan tahunan. Masih ada yang hilang dan belum sanggup Saya terima dengan baik.
Selamat merayakan Natal. Semoga damai Natal senantiasa memberikan penghiburan dan semua makhluk berbahagia.
Selamat menyambut tahun baru 2017. Semoga hidup tetap menyenangkan dan angan menjadi nyata. Basilika, Nazaret, Israel. Dan kembali bugar di tahun depan.
Berhenti menuruti setiap angan. Ijinkan aku memahami ketika rencana menjadi tertunda.
Berhenti memperlakukan aku sekecil manusia tanpa arti.
Berhenti menanyakan hal yang tak selalu ingin aku dengar. Ijinkan aku menceritakan bagaimana aku bertahan dalam kesedihan dan tetap mengukir garis senyum di wajahku.
Berhentilah karena aku kelelahan.
Natal tahun ini memang berbeda dari tahun - tahun sebelumnya.
Pohon Natal baru Saya pasang seminggu sebelumnya. Pekerjaan di kantor terasa begitu sulit ditinggalkan, sehingga mempersiapkan keriuhan Natal pun menjadi jauh dari angan. Adaptasi lagi karena tahun ini Misa Natal pertama bersama keluarga baru. Sepeninggal Uti, ritual berkumpul juga tidak lagi jadi keharusan. Tergantikan grup whatsapp, bertukar cerita melalui foto - foto yang terkirim. Meski terasa ada yang hilang, rinduku terbayar.
Liburan pun tak lagi terasa libur karena gadget tetap melekat di tangan. Sekedar bertegur sapa di grup, hingga memastikan pekerjaan di Jogja berjalan lancar.
Natal Saya tahun ini terasa mengalir seperti hari - hari biasa. Maknanya juga tak lebih dari sekedar perayaan tahunan. Masih ada yang hilang dan belum sanggup Saya terima dengan baik.
Selamat merayakan Natal. Semoga damai Natal senantiasa memberikan penghiburan dan semua makhluk berbahagia.
Selamat menyambut tahun baru 2017. Semoga hidup tetap menyenangkan dan angan menjadi nyata. Basilika, Nazaret, Israel. Dan kembali bugar di tahun depan.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar