Sabtu, 31 Desember 2016

re.solusi.

Apa yang dirayakan di pengujung tahun?

Selain sekedar hari Sabtu biasa, yang paginya jadi hari Minggu, kemudian Senin dan kembali lagi ke hari Sabtu. Dan seterusnya.
Selain berkumpul bersama keluarga dan teman-teman untuk menyalakan atau sekedar menikmati kembang api 30-45 menit menjelang pergantian hari.
Selain beribadah karena ingin anti mainstream dari kebanyakan orang.
Selain menambah berat pekerjaan bapak ibu pembersih jalan di pagi hari.

Apa yang dirayakan di pengujung tahun?

Jika pagi terbangun dan tidak ada lagi kembang api yang dinikmati bersama seperti semalam perayaan.
Jika telepon genggam menjadi benda yang pertama kali dicari, sekedar untuk melihat betapa chaosnya lini masa.
Jika film kartun berbaju renang tetap disensor habis-habisan.
Jika sedikit pemantik masih bisa membakar amarah, kemudian terpecah.
Jika permasalahan masih itu-itu saja dan mengeluhkan hal yang sama, berulang-ulang.

Apa yang dirayakan di pengujung tahun?

Ketika setiap tawa yang  tercipta (semalam) begitu mudah terlupakan.
Ketika hari-hari dijalani dengan kebencian dan lupa cara mencintai.
Ketika berada dalam pengkotak-kotakan dan lupa cara berbagi.

Ketika Saya, Anda, dan mereka tidak lagi punya mimpi untuk diraih.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar