((BERSYUKURLAH ATAS MASA - MASA SULIT))
Sepagi ini Saya ketampol tulisan seorang teman di lini masa. Begitu sering berada dalam kesulitan dan terlalu sibuk mencari cara keluar dari situ tanpa ingat untuk mensyukuri kesulitan yang terjadi.
Inilah Saya.
Beribu kesulitan yang Saya hadapi membuat Saya melupakan berjuta kesenangan yang ada.Seketika merasa setiap harapan yang Saya bagikan adalah sia - sia. Saya mensyukuri banyak hal. Kehidupan Saya : keluarga yang ada, rumah tangga yang menyenangkan, pekerjaan yang baik, teman - teman dan lingkungan yang mengasyikkan, impian dan harapan yang menguatkan. Hanya saja Saya lupa bersyukur atas masa sulit yang terjadi dalam kehidupan Saya.
Setiap berhadapan dengan kesulitan, yang Saya lakukan pertama kali adalah mengumpat. Lantas mengeluh sembari memikirkan bagaimana cara untuk keluar dari kesulitan. Terkadang malah berusaha melupakannya begitu saja “ach, nanti juga kelar sendiri”.
Bersyukur atas kesulitan yang dihadapi memang tidak pernah menjadi hal yang mudah untuk Saya. Misalnya, di usia yang hampir tiga tahun pernikahan, Saya tak kunjung hamil dan memiliki momongan. Saya harus menghadapi begitu banyak harapan dari orang terdekat akan hadirnya bayi. Meratapi puluhan testpack negatif. Mendengarkan banyak saran dengan hati yang besar. Bagian mana yang dengan mudah Saya syukuri? Atau ketika target di pekerjaan tidak bisa Saya capai di akhir bulan. Gerutu divisi lain tidak bonusan karena merek yang Saya ampu tidak mencapai target. Terus mendapati penghakiman dari kanan kiri. Bagian mana yang dengan mudah Saya syukuri? Bahkan ketika dalam keadaan sakit Saya berucap “terima kasih, Tuhan, atas sakit ini” pun rasanya tak sungguh Saya syukuri. Karena tidak pernah mudah untuk bersyukur dalam masa sulit.
Padahal, nyatanya setiap masa sulit memberi Saya kesempatan untuk tumbuh dan berkembang jauh lebih baik. Saya belajar untuk menyelesaikan masalah, belajar untuk hidup jauh lebih sehat dan teratur, belajar jauh lebih detil mempersiapkan segala sesuatu. Saya belajar dalam setiap masa sulit.
Dan pagi ini, awal Juli, Saya kembali diingatkan untuk bersyukur. Saya menuliskan ini supaya kapanpun Saya membacanya, Saya ingat ada masa sulit yang harus Saya syukuri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar