Selasa, 13 Februari 2018

balikpapan.vacation.

Beberapa hari yang lalu, Saya berkesempatan berkunjung ke Balikpapan, Kalimantan Timur, mewakili perusahaan dalam Table Top Goes to Balikpapan yang diselenggarakan media Info Wisata.

Perjalanan tiga hari dua malam dimulai hari Selasa 6 Februari 2018. Menempuh perjalanan udara selama kurang lebih satu setengah jam dari Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Saya tiba di Balikpapan pukul empat sore waktu setempat. Ada perbedaan waktu satu jam lebih cepat di Balikpapan. Sebelum menuju penginapan yang disediakan, Saya makan siang di bandara sembari menemui kawan lama di sana.



Taksi online sudah banyak di Balikpapan, jadi Saya menuju penginapan menggunakan jasa taksi online, Go Car. Enaknya, pengemudi mau menjemput di dalam area bandara, meski harus gerak cepat juga, hehe. Saya menginap di Platinum Hotel. Lokasinya ada di pinggir kota, jalur luar kota katanya. Jarak tempuh dari bandara ke penginapan kurang lebih 30 menit, pembayaran dengan GoPay Rp 47.000. Perjalanan lancar, tanpa hujan. Hari pertama ditutup dengan makan malam bersama penyelenggara acara dan Saya habiskan untuk mempersiapkan acara besok paginya.







Hari kedua di Balikpapan difokuskan untuk mengikuti rangkaian acara Table Top. Table Top merupakan kegiatan memperkenalkan pariwisata di suatu kota (dilakukan oleh seller) kepada penikmat atau pelaku wisata (buyer) di kota lain. Sebagian besar seller datang dari industri perhotelan dan tempat wisata. Berbagai penawaran menarik ditawarkan oleh seller untuk buyer di Balikpapan. Buyer kali ini banyak datang dari instansi pemerintahan dan tour leader. Setiap seller memiliki waktu kurang lebih enam menit untuk memberikan informasi kepada satu buyer. Buyer akan berkeliling di meja masing - masing seller. Seru. Pemilihan informasi yang akan disampaikan kepada buyer merupakan kunci utama untuk mendapatkan deal atau tidak. Kalau dirasa tidak menarik atau tidak sesuai kebutuhan buyer, alhasil informasi hanya masuk telinga kiri, ambil merchandise, lantas keluar telinga kanan.








Malam ini acara bebas. Saya, seperti biasa, menggunakan waktu ini untuk jalan - jalan. Tujuan pertama yang dicari adalah pusat perbelanjaan dan toko oleh - oleh. Iya, jalan - jalan, tapi wajib disisipi pekerjaan supaya perusahaan tidak rugi bayar Saya mahal, hehe. Saya menuju E Walk di pusat kota. Masih menggunakan jasa GoCar, perjalanan dari penginapan menuju E Walk kurang lebih dua puluh lima menit, dengan GoPay Rp 44.000. Layaknya pusat perbelanjaan lainnya, di hari kerja tidak terlalu ramai pengunjung. Sebagian besar tenant juga sama dengan yang ada di Jogja. Sedikit kehausan, Saya membeli minuman dan duduk sebentar di sana. Sembari memikirkan tujuan selanjutnya.



Dalam perjalanan menuju E Walk tadi Saya melihat ada toko kecil di pinggir jalan yang menjual kaos dengan desain seputar Balikpapan. Jaraknya tidak jauh dari E Walk. Saya berjalan kaki menuju toko, yang kemudian Saya baca namanya : Smiling Borneo. Di sini menjual hanya kaos saja. Desainnya seputar Balikpapan, beruang madu, ukiran, tambang. Kisaran harganya Rp 100.000 - 120.000.

Setelah merasa cukup lapar, Saya meneruskan jalan - jalan malam ini menuju ke rumah makan Dandito yang terkenal dengan saos kepitingnya. Masih menggunakan jasa GoCar, jarak tempuh dari E Walk menuju Dandito kurang lebih 15 menit, pembayaran dengan GoPay Rp 27.000. Untuk ukuran terbiasa makan murah di Jogja, makan di Dandito rasanya menguras kantong. Untuk seporsi kepiting telur (isi 3 kepiting) dihargai Rp 250.000. Ada dua pilihan saos : saos Dandito dan saos lada hitam. Saya merasa harus mencicipi keduanya, jadi Saya minta saosnya dibagi dua untuk satu porsi yang Saya pesan. Saosnya memang enak luar biasa, tapi kepitingnya, di Jogja ada yang sedikit lebih pas untuk lidah Saya. Makan malam kali ini cukup membuat tidur Saya nyenyak.








Oh iya, yang menarik dari jalan - jalan malam ini, Saya menemukan satu jajanan favorit di sini. Salome. Semacam bakso tusuk yang tidak menggunakan tusuk. Saosnya ada saos sambal, kecap, dan saos kacang. Dijual satu porsi Rp 5.000. Rasanya? Enak!!!





Hari ketiga merupakan hari terakhir perjalanan Saya di Balikpapan. City tour dari penyelenggara Table Top. Kami mengunjungi Penangkaran Beruang Madu. Untuk menuju kandang beruang madu, kita harus berjalan di jembatan kayu dan tidak boleh berisik. Beruang madu akan dipancing keluar kandang dengan pemberian makanan oleh petugas, setelah memastikan sistem keamanan berfungsi dengan baik. Ada enam beruang madu di sini. Kami hanya boleh melihat mereka beraktifitas dan tidak diperkenankan memberi makan. Setelah melihat beruang madu, kami diajak berkeliling ke pusat informasi beruang madu yang masih berada dalam satu area. 











Tujuan kedua adalah pusat oleh - oleh kerajinan khas Kalimantan. Kami menuju Pasar Kebun Sayur. Meski namanya kebun sayur, di sini tidak menjual sayuran. Ada kerajinan manik - manik, emas, dan hiasan rumah. Berbelanja di sini harus ditawar untuk mendapatkan harga yang paling pas.




Tujuan terakhir adalah Dandito (semalam Saya sudah makan malam di sini), karena beberapa orang ingin membeli oleh - oleh kepiting. Perjalanan Saya kali ini berakhir di sini. Rombongan diantarkan ke bandara Sepinggan untuk kembali ke kota masing - masing. Terima kasih, Balikpapan. Terima kasih, Dagadu Djokdja untuk terus mengirimkan Saya ke kota - kota terbaik di Indonesia.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar