Sabtu, 28 April 2018

tahan.diri.

Hari ini pertama kalinya Saya pergi belanja dan merasa kesal dengan pelayanan Sales Promotion-nya. 
Sudah menjadi ciri khas di toko ini untuk melayani konsumen dengan lebih akrab, nempel dan suara keras. Biasanya Saya cukup nyaman dan tidak terganggu menerima bantuan spg / spb seperti ini. Ada penghargaan tersendiri ketika Saya, sebagai konsumen, dibantu mencari dan menemukan produk yang sesuai. Bahkan setiap informasi promo yang bejibun biasanya masuk telinga Saya dengan jelas dan mudah dipahami. Masalahnya, pelayanan yang kali ini Saya terima dari spb toko ini terasa sangat menggangu. 
Saya datang dan menuju display produk kaos berkerah. Informasi yang biasanya diberikan pasti "Beli satu harganya sekian, tapi kalo beli dua, harga satuannya jadi sekian". Saya hapal persis karena promo yang toko ini lakukan selalu sama. Saya memilih dua kaos berkerah dan menyerahkan ke spb yang mendampingi Saya sembari berjalan menuju rak display yang lain. Tanpa sedetikpun berhenti menawarkan produknya dan berulang menyebutkan promo yang sedang berlaku. Setiap Saya memegang satu produk, spb ini akan mengulang informasi yang sama, tanpa memberi Saya ruang untuk menikmati produk - produk yang ada. Dengan berat hati, yang tadinya mungkin Saya akan membeli lebih banyak mendadak Saya urungkan hanya karena ingin cepat meninggalkan spb ini. Bahkan selama proses tranksaksi pembayaran pun spb masih terus berusaha up selling menawarkan produknya. Transaksi yang biasanya cepat selesai seperti sengaja diperlama supaya spb ini mendapat kesempatan untuk mengulang informasi promo yang berlaku dan keuntungan lainnya. Masih informasi yang sama.

Saya mencoba memahami metode pelayanan yang diterapkan di toko ini. Manajemen perusahaan pasti sudah mempertimbangkan banyak hal. Proses mencapai target memang tidak akan dengan mudahnya tercapai jika seorang penjual tidak berusaha maksimal menarik perhatian konsumen. Menyampaikan informasi mengenai promo yang sedang berlaku, keuntungan dan kualitas produk, adalah hal wajib untuk dilakukan secara berulang. Namun, rasanya akan lebih nyaman jika disampaikan secukupnya tanpa terkesan memaksa seperti yang salah satu spb-nya lakukan hari ini. Semoga spb ini hanya sedang berada dalam masa trainingnya, segera mengubah caranya melakukan up selling dan menjadi teman berbelanja yang menyenangkan untuk konsumennya.


Have a touch that never hurts.


Eh, tapi metode ini berhasil membuat Saya menghemat pengeluaran sih, hehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar