Jumat, 17 Agustus 2018

ragu.mendayu.

Percakapan dua pria di meja sebelah ini menginspirasi Saya untuk menulis tentang cinta, mencintai, dicintai, dan diingkari.

"Dia yang nggodain. Aku sih nggak ada rasa. Tapi jangan bilang ke orangnya ya"

Kalau kenal, rasanya ingin kutempelkan cermin besar tepat di matanya. Perempuan yang baik tidak akan (terus) menggoda laki - laki jika tidak ada respon. Mau bilang, "nggak enak kalo nggak ngrespon?" atau "perempuannya yang baperan?"
Mampus saja kau dengan segala pembenaranmu.

Perempuan akan berhenti menggoda (katakanlah memang perempuannya menggoda) ketika laki - laki yang dipuja bersikap tegas. Tidak, jika memang tidak ingin. Jangan bilang tidak, tapi masih mau perhatiannya, masih mau manja - manjanya. Bicaralah kau pada penismu. 

___

Untuk maraknya perselingkuhan
Salahkah?
Untuk mudahnya hati berpaling
Salahkah?
Mengapa?

Ketika sudah membuat komitmen kemudian merasa jatuh pada hati yang lain, manusiawi. Hati kita diajarkan untuk berbagi. Sederhana.

Tapi, sungguhkah mampu berbagi?
Sungguhkah rasa sakitnya tak akan menyerang kita?
Benarkah jatuh pada hati yang lain adalah pilihan alami yang tak mampu dikondisikan? Sungguhkah tak tahu bagaimana caranya untuk kembali pada rasa yang sama? Tak adakah ingatan akan janji yang pernah terucap?

Cinta berat pada pasangan, tapi tawaran cinta yang lain sungguh menggoda. Mulai membandingkan. Mencari titik nyaman yang lain. Begitu seterusnya. Bahkan ketika merasa sudah bertemu pasangan yang tepat sekalipun. Pilihan untuk berbagi hati semakin tinggi. Dari yang adem ayem, sampai yang berantakan. Ada yang berujung kembali ke pasangan asli, dan mengingkari. Tapi tak sedikit yang berakhir di hati yang baru. Tergantung tingkat kerumitan dan alasannya. Hidup.

Bagaimana kita mengambil kesempatan adalah menjadi pilihan masing - masing. Termasuk juga memilih berada di satu kubu atau berpaling ke kubu yang lain, atau berada di dua kubu selama sama - sama paham resiko, misalnya.

Untuk yang sama - sama meraja di hati, berjuanglah. Jujur pada diri sendiri dan berhenti mengatasnamakan bahagia di tangan orang lain. Karena begitu segala sesuatu berjalan tak sesuai angan, matilah pada kata - kata.


Nanti,
ketika aku menyadari bahwa rasaku tak tepat, terjerat di sana secara dalam,
terjebak tapi ingin tetap tinggal
Satu satunya rasa yang akan membuatku lepas hanyalah lara
Lara untuk membiarkan bahagiamu utuh
Aku berjanji, aku tak akan lari
Aku di sini, menebus semua rasaku dan mengijinkannya berlalu darimu, sayangku

Tulisan ini hanya semu. Tentang aku yang meragu pada hatimu, canduku. Merdekalah mencinta, berdua denganku.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar